Jangan Ada Yang Merasa Paling Agamis Atau Pancasila Sendiri, Jokowi Dalam Pidatonya

9
sumber: instagram/jokowi

Jangan Ada Yang Merasa Paling Agamis Atau Pancasila Sendiri, Jokowidodo

Dengan mengenakan pakaian adat dari Nusa Tenggara Timur, Presiden Jokowi mwnyampaikan Pidato Kenegaraanya didepan sidang tahunan MPR/DPR, pada Jumat (14/08). Dalam pidatonya, Jokowi menyinggung tentang proses pelaksanaan Demokrasi di negri ini.
Dalam isi pidatonya tersebut, jokowi mengingatkan, Demokrasi harus menghargai orang lain.
“Demokrasi memang menjamin kebebasan, namun kebebasan yang menghargai hak orang lain”, ujar presiden ke 7 itu, di Gedung kura kura, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta Pusat.
Jokowi pun menyebut demokrasi artinya tidak ada seorang pun yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, sementara orang lain tidak benar.
“Jangan Ada Yang Merasa paling benar sendiri dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang paling Agamis sendiri. Jangan ada yang paling pancasilais sendiri.” Jokowi,
“Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar”, tambah arahanya.
Jokowi mengaku bersyukur bahwa banyak kebanyakan rakyat Indonesia menjunjung tinggi kebersamaan dan persatuan, penuh toleransi dan saling perduli, sehingga masa masa sulit seperti sekarang ini bisa ditangani dengan baik.
Namun, Jokowi mengingatkan agar seluruh rakyat Indonesia dapat terus bekerja keras dan cepat supaya mampu segera keluar dari krisis kesehatan dan krisis ekonomi yang terjadi sekarang ini.
“Pola pikir dan etos kerja kita harus berubah. Fleksibilitas kecepatan dan ketepatan sangat dibutuhkan. Efisiensi, kolaborasi, dan penggunaan teknologi harus diprioritaskan. Kedisiplinan nasional dan produktivutas nasional harus ditingkatkan”. tutup pidatonya

Baca Juga  Aksi Tanggap Keselamatan Berlalu Lintas, Anggota Polsek Panyingkiran Penambalan Jalan Berlubang

rnm03

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − 15 =