Insan Pers Kembali Berduka, Demas Laira Diduga Kuat menjadi Korban Pembunuhan

18
sumber gambar istimewa

Tabloidmantap.com | Mamuju, Kembali terjadi tindakan tindakan intimidasi terhadap jurnalis di negri ini, setelah sebelumnya ada nya laporan intimidasi yang dialami jurnalis asal NTT, kini terjadi kembali dialami salah seorang jurnalis dari media kabardaerah.com yang diduga menjadi korban pembunuhan, setelah jasadnya diketemukan dipinggir jalan Dusun Salu Bijau, Desa Tasoko, Kecamatan Karosa Mateng, Sulbar.

Jurnalis yang diketahui bernama Demas Laira (28) diduga menjadi korban pembunuhan yang diperkirakan terjadi pada Rabu (29/08/2020) di Kecamatan Karosa Mateng, Sulawesi Barat.

“Pembunuhan terhadap wartawan bukanlah pembunuhan yang biasa, ini merupakan salah satu bentuk pembungkaman terhadap pers. Perlawanan terhadap prinsip negara hukum,” ungkap pimpinan umum Nasional kabardaerah.com yang juga merupakan tempat diketahui Dimas Laira bekerja sebagai jurnalis.

Apapun itu, seperti intimidasi, doxing, teror, ancaman bahkan sudah sampai menghilangkan nyawa harus menjadi perhatian khusus pihak kepolisian dalam melindungi kebebsan pers.

“Bagaimanapun kami sebagai pimpinan media nasional kabardaerah.com ingin mitra kita dikepolisian mengusut tuntas motif pembunuhan terhadap Demas. Kami akan mengawal proses ini sampai sang pelaku ditangkap,” tegas Aldoris.

Baca Juga  Pj Gubernur Robert Simbolon Langsung Bersikap Terkait Oknum Camat di Bengkulu Langgar Hukum Tertinggi

Menurut keterangan sementara yang kami dapat dari kabardaerah.com melalui pres release nya, bersumber informasi dari Kasat Reskrim Polres Mateng, Iptu Agung Setyo Nugroho, “Ada tusukan dari ketiak sebelav kiri hingga kebagian dada, jumlahnya kira kira ada 7 sampai 8 tusukan,” jelas Iptu Agung Setyo Nugroho kepada media di Kabupaten Mamuju Tengah.

Merujuk kepada Undang Undang yang mengatur akan Kemerdekaan Pers yaitu UU Pers 40/1999, dimana mekanisme sebuah kesalahan ataupun kekeliruan yang dilakukan oleh insan pers dalam kegiatanya dengan sampai penyampaian berita pada suatu media kiranya bisa melalui mekanisme yang sudah diatur pada UU Pers 40/1999 dimana pihak yang merasa dirugikan dapat melakukan hak jawab atau kalau belum dianggap cukup dapat melaporkanya ke dewan pers.

(rlls,tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 − 5 =