Viral Video Perbudakan Seks Terhadap Anak 12 Tahun Di Ponorogo

Tabloidmantap.com | Jakarta 22/08/20 : Video mesum beredar viral di kalangan masyarakat Ponorogo mendapat atensi dari Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak Ponorogo, Jawa Timur.

Video porno itu menjadi perhatian publik karena menunjukkan adegan mesum antara seorang pria dewasa dan seorang bocah usia 6 tahun.

Video itu diketahui dibuat oleh warga Kecamatan Sawoo Ponorogo, dan ironisnya pelaku yang berhubungan intim di video itu ternyata berstatus ayah dan seorang anak yang dilakukan secara diam-diam selama 8 bulan.

Arist Merdeka Sirait Ketua Umun Komnas Perlindungan Anak

Sang ayah tiri telah mencabuli anak tirinya yang berusia 12 tahun tersebut berkali-kali, dan selain mencabuli anaknya, sang ayah tiri juga merekam video panas mereka.

Peristiwa bejat itu dilakukan seorang ayah di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur berinisial M (29) warga Kecamatan Sawoo. Anak Tiri yang sudah di cabuli sang ayah selama 8 bulan itu berusia 12 tahun terungkap setelah beredar video cabul yang viral diperankan seorang pria dan anak perempuan di bawah umur, kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Andi, Rabu 19 Agustus 2020.

Mengetahui adanya video viral di media sosial tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan, ternyata pria yang berperan dalam video cabul yang viral dalam sepekan itu merupakan ayah tiri korban, kata Hendi Septiadi.

Baca Juga  Kasad Pimpin Acara Penyerahan Tugas dan Jabatan Wakasad

Sebelum pelaku mencabuli anak tirinya, korban terlebih dulu diajak nonton video porno. Setelah korban merasa terangsang tersangka kemudian membujuknya hingga akhirnya korban dicabuli dan perbuatan itu dilakukan di rumahnya, demikian dikatakan Hendy Septiadi.

Perbuatan bejat pelaku kepada korban mulai berlangsung setelah pelaku menikahi ibu kandung korban pada akhir tahun 2019 dan diduga mulai mencabuli anak tirinya itu sejak Januari 2020.
“Sudah berulang kali melakukannya”, ungkapnya.

Atas perbuatannya pelaku saat ini sudah ditahan di sel tahanan sementara Polres Ponorogo.

“Demi kepentingan terbaik anak dan keadilan bagi korban, dan demi hatkat dan martabat anak, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang memfokuskan diri untuk melakukan pembelaan, litigasi dan perlindungan anak di Indonesia, mendorong Polres Ponorogo untuk menerapkan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang pene Perpu nomor 01 tahun 2016 tentang penerapan Perpu No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor : 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak terhadap pelaku dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun dan dapat ditambahkan dengan hukuman 20 tahun dan bahkan dapat juga dijerat dengan tambahan hukuman berupab kebiri lewat suntik kimia.

Baca Juga  Kapolres Pekalongan Pimpin Serah Terima Jabatan Kabag Dan Kapolsek

Mengingat perlakuan pelaku terhadap korban merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan merendahkan harkat martabat kemanusiaan serta kejahatan yang sangat luar biasa dan bahkan merupakan perbudakan seks terhadap anak maka penanganannya juga harus dilakukan dengan cara-cara cepat, luar biasa dan berkeadilan.

Untuk diketahui bahwa perbuatan pelaku terhadap anak sekalipun anai tiri, perbuatan dengan memviral videonya merupakan perbudakan seks serta merendahkan martabat kemanusiaan, dengan demikian tidaklah ada kata damai dan toleransi atas peristiwa bejat itu.

Pelaku harus diganjar dengan hukuman yang setimpal dengan kejahatan kemanusiaan yang dilakukannya, demikian Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam siaran persnya di Jakarta Sabtu 22/08/30.

Atas perbudakan seks ini, orangtua dan keluarga haris sungguh-sungguh memberikan extra perhatian kepada anak terutama pada masa pandemi Covidv19 ini. Anak-anak harus terhindar dari kejahatan.

Jangan menyerahkan pengasuhan anak begitu saja kepada orang yang tidak kita kenal secara baik dan meninggalkan anak kita di rumah tanpa pengawasan yang ketat, demikian Arist mengingatkan.

(rls/tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × four =