Masih Tingginya Angka Pelanggar Kanalisasi Lalulintas yang di berlakukan di Kota Depok

62

Tabloidmantap.com | Depok- Polres Metro Kota Depok kembali menggelar razia kanalisasi sepeda motor dan angkutan umum di kawasan Jalan raya Margonda Kota Depok, senin (31/08/2020).

Kanalisasi sepeda motor dan angkot ini pun sebetulnya sudah disosialisasikan oleh para pihak terkait pengatur lalu lintas Kota Depok, Dishub bersinergi dengan Satlantas Polres Depok (arahan langsung Bapak Kasat Lantas Polres Depok)dan bahkan tidak sedikit Polwan yang turut ikut membantu kebijakan kanalisasi ini dengan turun ke jalan margonda guna memberitahukan bahwa sepeda motor dengan angkutan umum diwajibkan melalui jalur kiri.

Peraturan kanalisasi sepeda motor dan angkutan umum mewajibkan pengguna swpeda motor dan angkot masuk jalur kiri (rnm/)

Sudah berjalan hampir 19 hari ini diberlakukan namun masih banyak masyarakat pengguna sepeda motor dan angkot yang melanggar aturan kanalisasi tersebut.

Namun pihak Satlantas Polres Metro Kota Depok tidak pernah lelah untuk dapat membantu masyarakat Kota Depok guna terciptanya Depok sebagai Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) yang benar-benar tertib dalam dalam kenyataanya. Wujud kerja Satlantas dilakukan salah satu nya dengan cara razia kanalisasi sepeda motor dan angkutan kota, dengan sosialisasi sudah begitu gencar dijalankan dan sekarang adalah masa penindakan bagi para pelanggar yang tujuanya tidak lain agar tidak mengulangi.

Baca Juga  Wilson Lalengke: Wartawan Lahir dari Suka-Dukanya Rakyat
Salah seorang pengendara sepeda motor yang ditindak petugas akibat melanggar, namun mencoba mengutarakan argumenya kepada petugas (rnm/)

Senin, 30 agustus 2020 sekitar pukul 16.00 kami mengikuti razia yang digelar Satlantas di sekitar jalan Margonda raya yang dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Depok Iptu Nanang Wahyu wibodo, dimana pemandangan jelas masih banyak pelanggar yang masuk ke jalur cepat dari arah Depok menuju Jakarta, sebelum D mall. Tidak ragu memberhentikan para pelanggar dan langsung memberikan surat tilang, Para anggota Satlantas berkomitmen untuk menindak para pelanggar.

“Pengendara sepeda motor dan angkutan umum yang melanggar akan kami kenakan pasal 287 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, terkait dengan rambu lalu lintas dan ancaman dendanya maksimal 500ribu” ungkap Kanit Turjawali Nanang, sambil mengatur lalulintas kami mendapatkan keterangan.

“Sejak mulai dilaksanakan nya kanalisasi sepeda motor dan angkot, terhitung sudah berjalan sekitar 18 hari, sampai hari minggu tercatat ada kurang lebih 6000 pelanggar yang sudah di tindak dan ditilang oleh petugas lalulintas,” tambah nanang.

Dengan segala argumen dan alasan, pastinya setiap pelanggar memiliki alasan masing masing, namun bagaimana Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) bener dan nyata bisa dirasakan pengguna kendaraan di Jalan raya Margonda khususnya, kalau setiap pengguna kendaraan masih mementingkan ego nya dalam ber lalulintas tanpa memikirkan kebaikan bersama.

Baca Juga  Tiadakan Kasus Covid-19, Polres Kep Seribu dan Jajaran Bagikan 2400 Masker Medis

(rnm/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 − 9 =