Indonesia Cerdas Desa (ICD) Program Memajukan Masyarakat di Pedesaan

120
Indonesia Cerdas Desa (IDC) meyakini pemerintah dan stakeholder

Tabloidmantap.com|Bandung- Indonesia Cerdas Desa (ICD) Center meyakini Pemerintah dan stakeholders pertanian di Indonesia mengenai upaya sapu jagat industry, yakni mulai dari pemberdayaan sampai pembelian hasil panen bahkan sampai limbahnya. “Tidak ada keraguan (dari pemerintah), kami beli (hasil panen) termasuk batang, biji sampai limbahnya dari petani di bawah binaan ICD. Kami tidak mau mengecewakan (petani),” ketua umum ICD M. Taufik mengatakan kepada Redaksi di Jakarta (23/9).

Sikap tersebut diutarakan usai pelantikan pengurus baru ICD di Padalarang, Bandung Barat. Sikap tersebut relevan dengan upaya pembangunan ketahanan pangan dan energy nasional, terutama di tengah kondisi dunia yang masih didera pandemic covid-19.

ICD sebagai perkumpulan yang berada pada garis depan pemberdayaan masyarakat terhadap potensi desa di seluruh Indonesia, sudah merealisasikan berbagai program kerjasama dengan perusahaan swasta nasional dan lembaga pemerintah.

Untuk program perbenihan, ICD sudah menandatangani MoU (memorandum of understanding) dengan Balai Penelitian Bioteknologi & Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen). “MoU ICD dengan BB Biogen untuk pemenuhan kebutuhan benih bersertifikasi petani,” tegas Taufik.

Baca Juga  Vaksin Astrazeneca Dosis Pertama Diberikan kepada 116 Warga di Gerai Vaksin Presisi Polres Kepulauan Seribu

Upaya mengedepankan potensi desa melalui tiga dimensi pada Indeks Desa Membangun (IDM) terkait sosial, ekonomi dan ekologi. Upaya menuju ketahanan dan kedaulatan pangan serta energy sedang terus berjalan melalui budidaya sorgum.

Hal ini tidak lepas dari sumbangan masyarakat kepada pemerintah dalam menuju masyarakat sehat, kuat dan cerdas. “Rencana kerjasama dengan Bogasari (perusahaan penggilingan tepung terigu terintegrasi) masih sedang proses. Kami berupaya (kerjasama) tidak hanya satu pihak. Bogasari berkebutuhan terhadap tepung sangat besar. Sehingga kami tawarkan kerjasama untuk sorgum. Selain, kami sudah kerjasama dengan PT Wotan. Sorgum sesungguhnya bukan barang baru, karena sudah masuk lima besar pangan dunia,” kata Taufik.

Sorgum juga serbaguna yang dapat digunakan sebagai pakan ternak dan bahan baku industri. Sorgum mengandung karbohidrat, protein, kalsium dan zat lain yang bermanfaat serta zero waste product.

Mengacu pada nilai tinggi sorgum, ICD terus mempelajari potensi yang ada di beberapa wilayah, terutama Tasikmalaya, Garut, Sukabumi (Jawa Barat), Maros (Sulawesi Selatan).

Pengurus ICD juga merapat pada ahli sorgum, Prof Dr. Sungkono dari IPB Bogor dan Universitas Lampung. Selama ini Sungkono berhasil memuliakan varietas sorgum Numbu. “Sehingga kami yakin, kalau rencana kerjasama (dalam proses) dengan Bogasari akan memberi hasil. Karena jejaringan ICD sudah optimal. Kami sudah membentuk ICD wilayah, (yakni) kelompok petani Lampung (47 ha), Sumatera Selatan (125 ha), Bangka Belitung (14 ha), Jawa Barat (10 ha) dan Jawa Timur (25 ha),” tegas Taufik.

Baca Juga  Sidak ke Pertandingan Piala Menpora 2021, Kapolri Menyaksikan Protokol Kesehatan Diterapkan Ketat

(rls/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − 12 =