Kabid PSP “Terkesan” Hindari Awak Media Terkait Bantuan pupuk BerSubsidi, di jual melebihi harga Eceran

13
Kios Sagimin, penjual pupuk bersubsidi

Tabloidmantap.com||Way Kanan – Dengan Berbagai alasan, untuk menghindari awak media, terkait bantuan pupuk subsidi, yg harga eceran nya melebihi ketentuan yang telah di tetapkan Pemerintah yang terjadi di salah satu kios, seperti milik sagimin warga kampung karya agung kecamatan Negeri Agung.  

Beberapa awak media yang mendatangi Dinas Pertanian tanaman pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, dengan maksut untuk mempertanyakan kepada Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Rina Ekawati Kabid. PSP. Terkesan menghindar setelah beberapa kali disambangi di kantor nya.

pupuk bersubsidi yang dijual dikios sagimin melebihi harga yang ditetapkan

Dengan alasan Dinas Luar (DL) hal itu yang dilontarkan beberapa Aperatur Sipil Negara (ASN) yang ditemui di Kantor TPHP.

Buk Kabid. Lagi DL ke Bahuga,” kata ASN yang tidak ingin disebutkan namanya, saat ditemui didepan ruangan Kabid. Tersebut. 27/10/2020.
Sebelumnya, dengan alasan yang sama beberapa pegawai yang ditemui di dinas pertanian mengatakan, ” Pak Kadis tidak ada, sedang DL (dinas luar) ke Pakuan, kalau mengenai pupuk itu bidang PSP “.
Kebetulan ibu Rina Ekawati Kabid. PSP. Juga ikut ke Pakuan. Terang beberapa ASN. Kamis 17/09/2020. Lalu.

Baca Juga  Silaturahmi Para Anggota, Pengurus dan Senior Pemuda Panca Marga Sumatera Selatan

Disinyalir menghindarnya Kabid. PSP itu, malah menguatkan dugaan adanya koorporasi dalam bentuk kejahatan penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

Sebelumnya, terkait permasalah yang terjadi yang di temukan beberapa awak media, dengan pemberitaan bahwa kios milik Sagimin Warga Kampung Karya Agung, Kecamatan Negeri Agung, selain adanya indikasi penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang tidak memacu Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti ketetapan pemerintah serta belum mengantongi ijin pendistribusian seperti adanya Rencana Depinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) rumah toko (Ruko) yang juga gudang pupuk milik Sugimin.

Tidak mengacu pada HET itu, sebagaimana dijelaskan oleh Nur istri Sugimin yang kala itu ditemui dirumahnya mengatakan pupuk itu dibeli dari penjual di Soponyono (SP), untuk harga jual pupuk Urea 110 ribu per 50 kg, Phonska 170 ribu persaknya (50 kg), beber istri pemilik Ruko.

(Intan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + 20 =