Tingginya Harga Modal tahu dan Tempe, Buat Pedagang Pasar Sepi Pembeli

1

TabloidMantap.com||Depok – Para penjual tahu dan tempe mengeluhkan kenaikan harga jual di pasaran, sulitnya mendapatkan suplay dari pengusaha tahu dan tempe menjadi alasan utama harga dipasar otomatis naik. Banyak pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional Kemiri muka Kota Depok mengeluhkan tingginya modal yang membuat mereka harus menjual dengan harga tinggi, hingga mengakibatkan sepinya pembeli.

Toha salah satu pedagang tahu dan tempe di pasar kemiri muka, begitu menyayangkan harga tahu dan tempe yang terus naik.

Penjualan sejak dua hari terakhir mengalami penurunan, terlebih harga tahu yang sebelumnya perkantong Rp4.000. menjadi Rp5.000. Omset penjualan pun menurun hingga 75% dari sebelumnya,” kata Toha yang memberikan keteranganya saat menjual daganganya di pasar kemiri, Kota Depok, Selasa (5/1/2021).

Bukan sekedar harga yang naik saja, akan tetapi juga berimbas pada ukuran tahu yang dikirim produsen ke pedagang.

Saya kecewa dengan ukuran tahu yang diperkecil untuk dijual, ukuran sebelum kenaikan harga yakni 8×8 setelah di setelah kenaikan harga menjadi 8×7. Para pembeli juga mengeluhkan ukuran tahu yang tidak sebanding dengan harganya,” beber Toha.

Saya berharap walaupun harga naik, tetapi ukuran tetap sama. Alangkah baiknya, jika perlu ditambahkan ukuran untuk tahunya,” pungkasnya.

Baca Juga  Tangkap dan Hukum Seberat-beratnya Pelaku Dugaan Pungli Upah Petugas Pemakaman di DKI Jakarta

Tingginya harga tempe dan tahu di pasar-pasar tradisional juga bukan hanya terjadi di kota depok, hampir di setiap daerah terjadi hal yang sama dengan melambungnya harga tempe dan tahu. Melalui dari sumber yang kami himpun, tingginya harga tempe dan tahu merupakan imbas dari mogoknya para produsen 3 hari kebelakang karena tingginya harga kedelai yang merupakan bahan utama dalam pembuatan tempe dan tahu.

Pewarta : Adin
Penulis / Editor : Fajri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 20 =