Populasi Sapi Perah Di Sinjai Terus Turun, Pemprov Sulsel Siap Gelontorkan Bantuan

0

TabloidMantap.com||Sinjai, Sulsel – Pupulasi Sapi perah yang sekian lama ini memproduksi susu olahan Susu Sinjai (Susin) Di kabupaten Sinjai di kabarkan terus mengalami penururunan akibatnya pruduksi susu juga kian turun. Hal ini di sampaikan Kadis Peternakan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai, drh Aminuddin Saat di temui di Kantornya usai mengahadiri Kunjungan Kerja Gubernur Sulsel di Sinjai Baru-baru ini.

Menurut Aminuddin pupulasi sapi perah yang dimiliki kelompok tani ternak memang sejauh ini mengalami penurunan populasi sebagai akibat dari tidak efektifnya regenerasi.

Polulasi sapi khususnya sapi perah sebenarnya hampir tiap tahun lahir cuma memang yang lahir pejantan. kondisi lain juga di tambah usia sapi yang terus menua sehingga produksi juga tidak maksimal.

Kalau yang lahir jantan otomatis di jual begitupun juga dengan sapi yang sudah tua kami juga tidak menghalangi masyarakat untuk tidak menjualnya. sebab produksinya juga tidak bisa maksimal.

Pemkab Sinjai sejauh ini terus mendorong kelompok peternak di Sinjai. Pemkab juga selalu memberikan soppor seperti Back up Vaksin,IG, dan Pelatihan. Namun Pemkab sejauh ini mengalami kendala kurangnya anggaran untuk pengadaan bantuan sapi.

Baca Juga  Dilantik Kapolri Jadi Kabaintelkam, Putra Papua Irjen Paulus Waterpauw Resmi Naik Bintang Tiga

Lanjut Aminuddin Kondisi ini kami sudah sampaikan langsung Pemerintah Propinsi melalui Gubernur.

Pak Gubernur sangat respek soal pengembangan sapi perah di sinjai. Hal itu di sampaikan langsung saat pak Gubernur melakukan Kunjungam Kerja baru- baru ini.

Menurutnya Pemerintah Provinsi akan menggelontorka bantuan berupa pengadaan sapi perah ke Pemkab sinjai yang nantinya akan di distribusi ke kelompok.

Pak Gubernur siap bantu, cuma jumlahnya kami tidak tau. yang kita tunggu realisasinya kemungkinan tahun ini” Terang Aminuddin

Ia Juga menyebut jika populasi sapi yang dulunya mampu menopang kebutuhan susu untuk pelajar kini sudah tidak lagi sebab pruduksi susu tidak maksimal.

Dari data sebelumnya saat ini populasi sapi perah hanya kisaran 14 ekor yang dulu hampir mencapai 40 ekor yang tersebar di beberapa kelompok .

Sumber : TIWA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen − 7 =