Kongres Pemuda Indonesia akan Pertimbangkan memproses Hukum Boyamin Saiman Terkait tuduhan kepada Komisioner KPK Lili Pintauli Siregar

Ketua Umum Kongres Pemuda Indonesia, Pitra Romadoni Nasution SH, MH (Foto/MIO)
TM Jakarta – Ketua Umum Kongres Pemuda Indonesia, Pitra Romadoni Nasution SH, MH sangat menyayangkan tindakan dari Boyamin Saiman yang menyebarkan informasi yang belum pasti fakta kebenarannya terhadap pejabat Negara yang sedang menjalankan tugas.
Pitra menilai tuduhan Boyamin Saiman terhadap Komisioner KPK Lili Pintauli Siregar dapat merusak dan mencemarkan nama baik Lili Pintauli secara pribadi dan tentunya dapat menghambat kinerja KPK dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi dalam menanggapi isyu-isyu yang tidak jelas, akhirnya tenaga dan pikiran KPK terkuras habis hanya untuk menanggapi isyu liar yang dapat mengganggu proses penegakan hukum.
Dewan Pengawas KPK mestinya dapat memilah-milih mana informasi yang layak ditanggapi dan tidak perlu untuk ditanggapi, dikarenakan kalau Dewas KPK hanya menanggapi isyu-isyu liar yang berkembang di Masyarakat yang kebenarannya saja belum diketahui akan menguras tenaga dan pemikiran Dewas KPK kedepan terhadap hal yang tidak penting, saya kira untuk menjawab tudingan-tudingan liar cukup Juru Bicara KPK saja yang menjawab dan menanggapinya.
Bahwa kita ketahui bersama, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berkomunikasi dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial (MS).
“Saya tegas mengatakan, bahwa tidak pernah menjalin komunikasi dengan tersangka MS terkait perkara yang bersangkutan. Apalagi membantu MS,” tegas Lili dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/4/2021).
Diakhir statemennya dalam konferensi pers, mantan Komisioner Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI ini, menegaskan kembali terkait komitmennya pada lembaga antirasuah tersebut, yang akan terus hingga kapanpun memegang teguh integritas diri.
Pitra menambahkan dikarenakan, Lili Pintauli Siregar telah mengklarifikasi tudingan dari MAKI (Masyarakat Anti Korupsi) tersebut, sebagai tudingan yang tidak berdasar.
Atas soal itu Ketua Umum Kongres Pemuda Indonesia (KPI), Pitra Romadoni pun lalu mempertimbangkan untuk memproses hukum Boyamin Saiman dengan membuat Laporan Polisi dalam dugaan Pemberitahuan Bohong dan atau Penyebaran kabar yang belum pasti sebagaimana diatur dalam Pasal 14 dan 15 UU No. 1 Tahun 1946.
Seperti yang telah beredar pada beberapa media online, terkait tudingan dari Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) yang menyebut bahwa M Syahrial sempat menghubungi Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Namun, dalam steatmen yang dilontarkan MAKI tidak bisa memastikan telepon Syahrial diangkat oleh Lili.
“Mestinya Bu Lili dengan tegas menjawab jangan hubungi saya karena itu urusan dan tanggung jawab wewenang KPK, dan langsung diblokir mestinya, karena ini yang harus dilakukan Bu Lili,” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Jakarta, Senin (26/4/2021).
Diakhir keterangan pers yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum Kongres Pemuda Indonesia, Pitra Romadoni SH, MH.
Pengacara kondang yang juga saat ini masih tercatat sebagai Dewan Penasehat pada organisasi Media Independen Online Indonesia (MIO INDONESIA) tersebut, menegaskan bahwa KPI yang dipimpinnya siap menjadi garda terdepan dan sekaligus sebagai mitra strategis KPK dalam menjalankan pemberantasan korupsi di Indonesia. (Rel/Mio)

Baca Juga  Dukung Akselerasi PEN, Kabareskrim Polri Beri Pengarahan Kapolda dan Direktur Jajaran Reserse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + 2 =