Harus Melawan Tumor Otak dan Kelumpuhanya, Adik Boy Membutuhkan Uluran Tangan

39
Adik Boy bersama dengan Ibundanya (Foto/Robin)
TM Lampung Timur – Mengetahui ada salah satu  anak kecil yang harus melawan penyakit tumor otak serta lumpuh, membuat hati dari awak media tergerak untuk bisa mendatanginya una memastikan keadaanya. Pada hari Kamis (3/06/2021) Awak media mendatangi kediaman adik Boy yang merupakan buah hati kebanggan kedua orang tuanya. 
“Kami sebagai orang tua hanya mampu sebisa nya dan sudah hampir 6 tahun boy berobat jalan tetapi belum ada perubahan dan sementara ini boy hanya bisa duduk melihat kawan-kawan nya bermain,” tutur Ibunda Boy saat menceritakan tentang keadaan puteranya kepada awa media yang mendatangi kediamanya.
“Sebagai seorang ibu saya terpukul melihat kondisi dan kedaan dari anak saya yang tidak bisa berobat lagi mas (Awak Media) di karena kan kami tidak mempunyai biaya berobat. Jangan kan untuk berobat untuk makan saja kami sekeluarga seada nya.”ungkap Ayisah (Ibu Boy)
Memang diketahui Boy memiliki KIS dari pemerintah yang bisa untuk diandalkan dalam proses berobat. Namun prihal lokasi rumah yang jauh dari Rumah Sakit (RS) selalu menjadi kendala bagi orang tua boy untuk membawanya ke RS.
“Walaupun boy mempunyai KIS dari Pemerintah tetapi kami terkendala biaya ongkos dijalan dikarenakan kami harus menyewa mobil untuk berobat nya (Boy).” tutur Ayisah.
Asiyah juga menyayangkan, dengan kesulitan ekonomi yang dialami keluarganya ini, ditambah dengan keadaan puteranya yang harus menjalani penobatan rutin, namun tidak tau kenapa keluarga dari boy tidak tersentuh bantuan dari pemerintah, baik iu PKH maupun BLT.
“Kami hanya orang miskin mas, tetapi kami tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari desa ataupun kecamatan seperti PKH dan BLT padahal kami sudah mengajukan 6 tahun lalu tetapi sampai sekarang belum juga dapat,” keluh Ayisah.
Dalam kesempatan itu, Asiyah juga mengharapkan dengan datangnya awak media ke kediamanya ini dapat membuka pengharapan bagi puteranya (Boy) bisa mendapat perhatian dari pemerinah setempat ataupun para dermawan.
“Kami juga berharap kepada Pihak Desa dan Kecamatan memperhatikan anak saya (Boy) dan saya juga berharap ada para Dermawan yang mau membantu Boy.” harap Ayisah.
Ayah dari Boy sendiri diketahui sebagai buruh lepas atau serabutan, dari cerita isterinya (Asiyah) suaminya terkadang kerja dan terkadang diam dirumah karena tidak ada yang ajaknya bekerja. (Robin)

Baca Juga  Bupati Bekasi Melantik Kades Terpilih Kecamatan Tarumajaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + six =