Pasca Ditetapkannya 5 Tersangka Kasus BOP Kemenag, Sejumlah LSM Mendatangi Kejari Kota Pasuruan

39
Audensi Aktivis dan LSM di kejaksaan negri pasuruan (Foto/Sony)
TM Pasuruan – Pasca di tetapkannya 5 tersangkah yang menyalahgunakan dalam kasus pemotongan Bantuan Oprasional (BOP) Kemenag oleh Kejaksaan Negri Kota Pasuruan, Jawa Timur Pada Beberapa hari lalu.
Tampak sejumlah perwakilan dari beberapa pentolan LSM Kota dan Kabupaten Pasuruan seperti Isamil Makki dari Ketua Aliansi Format Pasuruan, Imam Rusdian Ketua LSM Cakra Berdaulat, Saiful Rizal dan Abdul Muin DPC LSM Penjara Indonesia, mendatangi kantor kejari Kota Pasuruan, Kamis (03/06/2021) Kemaren.
Dukungan serta dorongan terus mengalir diberikan kepada Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, dalam menangani kasus (BOP) Kemenag untuk Madin dan Pondok Pesantren bersumber dari Jasmas DPR RI.
Kali ini Forum Rembuk Masyarakat bersama gabungan Aktivis dan LSM Barisan Pasuruan Timur Bersatu, giliran mempertanyakan independensi dan profesionalisme Kejaksaan terkait kasus tersebut hingga ditetapkannya 5 tersangka (27/05) lalu.
Ditemui oleh Kasintel dan Kaspidum Kejari Kota Pasuruan, Ismail Makki, menyampaikan dukungan, apresiasi serta mendorong Kejaksaan agar segera memanggil oknum yang dimaksud sebagai aktor intelektual dalam kasus tersebut, dan meminta kejaksaan untuk tidak tebang pilih karena menurutnya kasus ini rentang adanya intervensi dari pihak lain.
“Seseorang yang yang terjerat hukum tidak bisa lepas dari jerat hukum, tapi badannya bisa digantikan lainnya. Karena itu Kejaksaan harus segera memanggil dan memeriksa oknum anggota DPR RI dan DPRD Kota Pasuruan yang diduga terlibat,” Tutur Makki
Lebih lanjut ia menambahkan, mengklarifikasi kepada Kejaksaan mengenai kasus BOP Kemenag tersebut bermula dari pelaporan atau operasi intelijen, karena penting menurutnya agar jangan sampai ada yang mengklaim jika kasus ini atas dasar pelaporan.
“Ini penting supaya penegakan hukum ini jangan sampai menyebabkan perbuatan melawan hukum baru. Atau jangan sampai kasus ini dijadikan pemanfaatan dengan mengatakan kasus ini atas dasar pelaporannya,” Tutup Makki.
Menanggapi yang disampaikan Makki, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan, Wahyu Susanto dengan tegas mengatakan jika kasus BOP Kemenag adalah murni hasil penemuan intelijen Kejaksaan Negeri Kota Pasuruan.
“Kasus ini murni hasil penemuan intelijen kami, jika ada yang mengklaim atas dasar laporan, suruh kesini dan bawa bukti penerimaan laporannya,” Tegas Wahyu.
Selain itu dihadapan awak media dan aktivis yang ada diruangan audiensi tersebut, Wahyu Susanto Kasi Intel Kejari Kota Pasuruan juga mebambahkan, jika dalam waktu dekat ini akan segera memanggil dan memeriksa siapa saja yang terlibat, termasuk anggota dewan DPR RI dan DPRD Kota Pasuruan, yang diduga terlibat dan disebut-sebut publik.
“Tidak ada tebang pilih dalam penegakan hukum diKejaksaan, dalam waktu dekat kita akan segera panggil dan periksa semua yang diduga terlibat dalam kasus ini,” Pungkasnya.(Sony)

Baca Juga  Megawati: Pandemi Tidak Boleh Jadi Alasan untuk Tidak Turun ke Bawah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + twelve =