Ketua PPWI Sayangkan Statement Bupati Bogor Prihal Wartawan Bodrek, Bodong, Asli dan Pemeras

8
Ketum PPWI Wilson Lalengke (Foto/Ist)
TM Bogor – Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalangke menyayangkan statement Wartawan Asli, Bodong, Bodrek, dan Pemeras yang diutarakan Bupati Bogor Ade Yasin. Menurutnya, Bupati Bogor perlu klarifikasi pernyataan yang mengambang seperti itu.
“Dunia Pers dituntut 5W + 1 H, faktual, cover both side, berimbang, check and recheck, aktual dan komprehensif,” ungkap Wilson berikan keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (21/6/2021)
Jika ada temuan Bupati, saran saya ke bupati itu agar diproses melalui jalur hukum. Di sana akan jelas siapa melakukan apa, terhadap siapa, dimana, kapan, dan mengapa hal tersebut dilakukan atau terjadi, dan bagaimana kronoligis kejadian.
“Sebuah informasi yang ngambang, tidak jelas, dan bias, akan menjadi liar, tuduh-menuduh, memecah-belah, menimbulkan pertikaian antar warga, dan bisa menimbulkan anarkhisme,” terangnya.
Lanjut Wilson, statement Bupati Bogor harus berdasarkan data dan informasi valid yang bisa dipertanggungjawabkan, termasuk di depan hukum. Dia pejabat publik, tidak boleh bicara sembarangan mengikuti alur emosional pribadi atau kelompoknya tanpa bisa menunjukkan data/informasi pendukungnya.
“Bagi saya saat ini, pernyataan Bupati Ade Yasin kemarin itu adalah hoax, sampai dia bisa berikan data-data pendukung statemennya itu,”urainya.
Ia menghimbau, Teman-teman media mestinya beri masukan ke Bupati, “Jika perlu beliau bisa panggil kades yang pernah jadi korban LSM dan/atau wartawan untuk memberikan kesaksian dan keterangan. Dengan demikian, kualifikasi dia sebagai Bupati dapat dinilai mumpuni untuk terus jadi pemimpin yang baik dan ideal,” pungkasnya.
Untuk diketahui, istilah Wartawan Bodrek, Bodong dan Wartawan pemeras diutarakan oleh Bupati Bogor Ade Yasin saat sesi wawancara dengan beberapa awak media yang turut dalam kegiatan Rabu Keliling (Boling) (16/6) di Kecamatan Klapa Nunggal, Bogor.(red/*)

Baca Juga  MPC Pesibar Gelar Rapat Kerja Perencanakan Sunatan massal dan Pelantikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen + 16 =