Pengamat Sosial : Usir Corona, Negara Harus Tegas Disiplinkan Rakyat

75
Husni Thamrin pengamat sosial (Foto/Tri)
TM Jakarta – Saat masyarakat sedang bergumul kuat dengan pandemi wabah virus Corona (COVID-19), situasi ini merupakan momentum yang tepat mendidik masyarakat agar dapat membentuk kesadaran kolektif mendisiplinkan diri menerapkan protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran virus corona yang mematikan tersebut, demikian di sampaikan Husni Thamrin pengamat sosial, saat di hubungi awak media, melalui telepon genggamnya, Kamis, 15/7/2021 di Jakarta.

“Rakyat kita blm terbiasa hidup Disiplin dengan berbagai alasan. Di samping itu penerapan sanksi hukum kita masih tebang pilih” ungkap Husni Thamrin.

Menurutnya, bagaimana bisa Negeri ini terlepas dari Covid-19, kalau penerapan sanksi hukum terhadap yang melanggar Prokes, ternyata di sinyalir ada yang di hukum tapi ada pula yang tidak di hukum.
“Dengan berbagai alasan, ini menunjukkan tidak ada ketegasan dari negara untuk menegakkan hukum, Mengapa TNI itu sangat disiplin? Karena dalam pendidikan nya sangat keras utk patuh pada komando/ perintah pelatih atau atasan nya. Sehingga untuk mendisiplinkan masyarakat harus keras penegakan hukum nya bagi pelanggar Prokes, dan sebalik nya beri penghargaan bagi yang patuh,” urainya.
Kebijakan pemerintah adalah di atas segalanya, sehingga setiap warga negara harus mematuhinya. Bagi yang berjasa terhadap negara adalah penghargaan, tetapi yang melanggar kebijakan negara adalah hukuman.

“Itu harus seimbang reward and punishment nya, Pemerintah harus berani, tegas, jangan plin plan, dan hindari perdebatan di ruang publik, sehingga bikin bingung Rakyat, ini situasi sudah Darurat, saatnya Negara Tegas Disiplinkan Rakyat, Usir corona, Selamat kan jiwa Orang Banyak.”tukas Husni Thamrin.

Dia juga menambahkan Dalam penanganan Covid-19, mestinya dapat melihat kesuksesan Pemerintah Cina menyelamatkan rakyat nya menanggulangi penyebaran Covid-19, mereka berani ambil resiko mendapatkan kecaman dari negara barat, soal hak azasi manusia,.
Tetapi, untuk menyelamatkan jiwa manusia dan penghargaan terhadap kesehatan manusia, China berani mengesampingkan penilaian terhadap pelanggaran hak asasi manusia.

“Tentu saja, keberhasilan China dalam melawan virus ini bukan hanya pada strategi isolasi total dan isolasi parsial, tetapi pada bagaimana mengelola manajemen bencana. Yakni, koordinasi dan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah, instansi hingga ke tingkat komunitas, korporasi, kepatuhan masyarakat serta pemanfaatan teknologi mutakhir, kalau Indonesia ingin segera terbebaskan dari virus corona, ya mungkin bisa belajar dari Cina, ingat Sunah Rasul, tuntutlah ilmu kendatipun ke negeri cina” pungkas Husni Thamrin. (Tri Cahyo)

Baca Juga  Polsek Kep Seribu Utara Swab Antigen 18 Warga Yang Baru Tiba di Pulau

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − one =