Panasnya Isu Reshufle Kabinet, Pengamat : Yudo Panglima TNI, Aktifis 98 bakal Jubir Presiden, Mahfud geser

214
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS (Foto/TM)
TM Jakarta – Pada reshuffle yang akan datang sudah hampir dapat dipastikan posisi Panglima TNI yang ditinggalkan oleh Hadi Tjahjanto akan diisi oleh KASAL Yudo Margono. Presiden Jokowi sebagai orang yang taat kepada UU akan tunduk pada ketentuan yang diatur oleh UU TNI.
Berdasarkan UU matra AL berkesempatan mengisi posisi posisi panglima TNI. Selain itu Presiden Jokowi juga berkepentingan untuk menjaga soliditas dukungan TNI. Demikian disampaikan pengamat Politik dari Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas pada Kamis (9/8)
Ia memprediksi, Andika Perkasa yang sangat memahami UU akan menerima matra AL untuk mengisi posisi Panglima TNI.
“Presiden Jokowi akan mempercayakan kepada Andika untuk memimpin BIN,” tutur Fernando.
Sedangkan untuk Posisi Kepala BIN Budi Gunawan yang memiliki peran penting terhadap pemerintahan Jokowi, menurutnya ia akan dipercaya untuk memimpin Kemenko Polhukam menggantikan Mahfud MD.
Masih menurut pengamatannya, Fajroel Rachman yang selama ini menjabat sebakan menjadi Dubes akan meninggalkan posisi Jubir Presiden.
“Fajroel yang merepresentasikan dari kalangan aktivis 98 kemungkinan akan tetap diisi dari kalangan aktivis 98,” urainya.
Selain itu untuk membantah tuduhan seberapa kalangan, lanjut Fernando, yang menuduh Jokowi anti ulama, “kemungkinan Fajroel akan digantikan oleh kalangan aktivis 98 seperti Sayed Junaidi Rizaldi atau yang biasa dipanggil Pak Cik, karena masih ahlul bait, zuriyyah Nabi Muhammad,” pungkasnya. (Rendy)

Baca Juga  Bukan Kewenangannya, Ketua KPK Harus Abaikan Panggilan Komnas Hak Azasi Manusia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve − seven =