Abaikan Sejarah kelahiran Kota Medan, Masyarkat Melayu Tolak Kepwal No 025/02.K/VIII/2021

27
Sejumlah masyarakat Melayu terdiri dari berabagai elemen dan tokoh menyatakan menolak Kepwal No 025/02.K/VIII/2021karena diduga mengabaikan sejarah kelahiran kota medan (Foto/Avid)
TM Medan – Sejumlah masyarakat Melayu terdiri dari berabagai elemen dan tokoh menyatakan sikap menolak terhadap terbitnya
Keputusan Walikota Medan NO. 025/02.K/VIII/2021, Tentang : “Pakaian Dinas dan Atribut Pakian Dinas Harian Khas Daerah
di Lingkungan Pemerintah Kota Medan”.
Keputusan Walikota ini mereka nilai mengabaikan prinsip sejarah kelhaitran kotya Medan. Pernyataan sikap tersebut mereka deklarasikan di Istana Maimuun pada Jumat 10 Septmber 2021 pekan lalu.
Dalam beberapa poin pernyataan itu disebutkan bahwa masyarakat Etnis Melayu Kota Medan tidak menafikan keberagaman yang ada di kota Medan, karena kota Medan sudah menjadi ‘kuali’ bagi etnis dan kultur yang datang dari berbagai daerah, baik berasal dari sekitar kota Medan di wilayah Provinsi Sumatera Utara yakni Etnis Karo, Etnis Simalungun, Etnis Dairi/Pak-pak, Etnis Batak Toba, Batak Angkola/Tapanuli Selatan, Etnis Mandailing, dan Etnis Nias.
Selain itu terdapat juga etnis dan kultur yang datang dari luar Sumatera Utara yakni, Jawa, Aceh, Minang, Sunda, Banten, Betawi, Banjar dan pelbagai suku lainnya yang ada di Indonesia dan datang ke Kota Medan.

Baca Juga  Hasto: Kantor Baru Partai Bukti PDIP Tak Hanya Hadir Saat Jelang Pemilu atau Pilkada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × five =