Qanun atau Resam Adat Istiadat Se-Kecamatan Setempat Dibahas 3 Hari

36
Pemhasan Qanun/Resam Adat Istiadat bagi Desa-desa se-Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur
TM | Aceh Timur – Qanun/Rasam Adat Istiadat untuk Desa-desa dalam Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur dibahas selama 3 (tiga) hari mulai Selasa-Kamis (14-16 September 2021) difasilitasi Muspika Plus setempat.
Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) beserta perwakilan Dwsa (Gampong) dalam Kecamatan Simpang Jernih bahas Resam/Qanun Adat Istiadat dengan pemandu Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kecamatan Serbajadi bernama Nyaksah, Selasa (14/9/2021).
Pembahasan Qanun/Resam Adat Istiadat tersebut dihadiri 8 Desa dalam Kecamataj Simpang Jernih, tiap Desa diwakili 5 peserta danĀ± selama 3 hari mulai Selasa-Kamis (14-16/9/2021).
Camat Kecamatan Simpang Jernih Rahmadsyah, S. Pd kepada media Tabloidmantab.com menyampaikan, guna keselarasan hukum adat istiadat di Desa-desa dalam Kecamatan Simpang Jernih, Qanun/Resam Adat Istiadat sangat penting dalam tata laksana penyelesaian permasalahan didalam masyarakat Desa.
“Dengan adanya Qanun/Resam Adat Istiadat tersebut, nantinya pihak Pemerintahan Desa (Pendes), Tuha Peut/Majelis Permusyawaratan Desa (MPD) serta unsur Desa lainnya sudah memiliki kerangka acuan dalam menyelesaikan persoalan antar masyarakat di Desa,” kata Rahmadsyah.
Selanjutnya, sambung Camat Simpang Jernih, begiyu juga dengan persolan dan permasalahan antar masyarakat lain Desa, dengan adanya Qanun/Resam Adat Istiadat tersebut sudah saling memahami kerangka dalam penyelesaiannya.
“Qanun/Resam Adat Istiadat tersebut juga berfungsi terhadap banyak hal lainnya dalam Desa termasuk sinergisitas dalam pelaksanaan Qanun Aceh Nomor 9 tahun 2008 tentang Peradilan Adat,” jelasnya.
Keuchik Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih Said Ridwan menyampaikan, Qanun/Resam Adat Istiadat itu sangat penting dalam menyelesaikan permasalahan dan sengketa sosial masyarakat di Desa-desa.
“Terutama sekali di Desa kami sangat-sangat dibutuhkan guna menyelesaikan setiap gejolak serta problem sosial antar masyarakat. Untuk itu kami atas nama Pemerintah (Pemdes) Rantau Panjang mendukung sepenuhnya,” terang Said Ridwan.
Acara pembahasan Qanun/Resam Adat Istiadat tersebut diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, Selasa-Kamis (14-16 September 2021, dihadiri Muspika Plus, Pemandu dari MAA Kecamatan Serbajadi, serta perwakilan Desa dalam Kecamatan Simpang Jernih.
Laporan : SAP

Baca Juga  Tiga Pilar Kota Tegal Tak Bosan Gencarkan Operasi Yustisi Pendisiplinan Protokol Kesehatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + fourteen =