GMRI Siap Menautkan Potensi Muhamadiyah dan Kadin Indonesia

19
Seperti dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang sudah terbilang sukses dilakulan Muhamadiyah.
Setidaknya kata Eko Sriyanto Galgendu, petani yang tengah bersedih karena harga hasil panennya jatuh anjlok tidak sesuai dengan harga yang diharapkan semula, seperti harga padi di Lampung, harga Cabai di Kudus, harganya, ikan dari daerah Jawa Barat dan harga telur di Tangerang atau harga ayam potong di Blitar yang dihasilkan mereka itu perlu dibantu semampu mungkin.
Karena semua jenis usaha para petani sangat erat terkait dengan hidup dan penghidupan orang banyak. Bukan hanya sebatas petani yang bersangkutan saja, imbuh Eko Sriyanto Galgendu yang juga menjadi Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perencanaan dan Kerjasama Strategis.
Namun dampak dari kekecewaan petani terhadap hasil panen yang telah menguras seluruh daya dan tenaga mereka itu bisa berakibat vatal bila kemudian mereka beralih pada pekerjaan lain yang berada di luar sektor pertanian.
Akibat dari petani beralih profesi dari bidang pekerjaan yang selama ini mereka tekuni itu, maka lahan pertanian bisa merana dan hasil pertanian kita bisa semakin tergantung pada hasil pangan impor yang lebih menguntungkan para tengkulak, baik di lapangan maupun pada tingkat kebijakan yang dominan melibatkan pemerintah.
Aksi nyata dari Muhammadiyah dengan LazisMu yang berinisiatif membeli hasil bumi dari petani yang terancam tidak laku itu dengan cara membeli semua hasil panenan mereka, jelas merupakan langkah bijak yang tidak hanya perlu dipertahankan, tapi sangat pantas untuk terus dikembangkan hingga menjadi kekuatan nyata bagi ketahanan dan pertahanan pangan sekaligus memberdayakan para kaum petani
Indonesia yang selama ini kurang mendapat perhatian dari pihak manapun, termasuk pemerintah.

Baca Juga  Pelayanan Rapid Tes Gratis Terus Diberikan Polsek Kep Seribu Utara Di Empat Posko KTJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 4 =