Bj.Habibi Sosok Pahlawan Kebebasan Pers Indonesia

59
Memperingati hari kebebasan pers Indonesia
TM Jakarta – Era reformasi menjadi tonggak penting sejarah Kebangkitan Pers Indonesia. Hal ini ditandai dengan lahirnya UU Pers No.40 Tahun 1999 pada tanggal  23 September 1999 yang menjadi salah satu momen sejarah penting bagi seluruh Insan Pers di Indonesia.
UU yang lahir setelah runtuhnya rezim Orde Baru (Orba) kini telah menjadi regulasi utama bagi tonggak kebebasan pers di Indonesia. Setelah sekian lama di rezim Orde Baru, pemerintahan saat itu ‘dianggap’ telah mengkebiri para Insan Pers.
Lahirnya UU Pers ini secara otomatis sekaligus menggugurkan aturan-aturan pers yang sebelumnya, yaitu UU No.11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pers dan UU No.21 Tahun 1982 tentang Perubahan Atas UU No.11 Tahun 1966. Undang-undang yang lahir di era reformasi ini berisikan atas 10 Bab dan 21 Pasal yang ditanda tangani langsung oleh Presiden RI ke-3, BJ Habibie.
Seperti yang diketahui bersama bahwa payung hukum bagi para Insan Pers ini, lahir pertama kali di awal era pemerintahan Soeharto. Dan melalui UU No.21 Tahun 1982, Dewan Pers saat itu diketuai langsung oleh Menteri Penerangan berdasarkan dari Peraturan Pemerintah (PP) yang dibuat pada masa itu.

Baca Juga  Jajaran Polres Kepulauan Seribu Hari ini Bagikan Beras kepada Warga Terdampak Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen + 16 =