Peringatan 1 Oktober sebagai momentum merajut Rekonsiliasi Nasional Berbasis Pancasila

258
Dr Kristiya Kartika (Foto/Tri Cahyo)
TM Jakarta – Hubungan antar elite politik Dan masyarakat yang pernah retak akibat konflik politik, ideologis maupun sosial, yang berimplikasi jatuhnya korban jiwa maupun secara psikis mengancam teriadinya perpecahan bangsa, serta munculnya polarisasi politik yang bukan hanya terjadi di level atas/para elit, akan tetapi telah juga masuk ke dalam lapisan masyarakat akar rumput, bahkan kondisi yang pernah terjadi cenderung menciptakan traumatik maupun stigmatisasi yang melecehkan, membelenggu dan memenjarakan kemartabatan kemanusiaan, sehingga akibat perilaku tersebut, terjadi kekerasan psikis dan fisik yang mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan di sila ke 2 Pancasila.

Hal itu bukan hanya berlangsung saat peristiwa itu terjadi, melainkan justru pasca peristiwa itu terjadi, kekerasaan psikis masih terus di langgengkan, tanpa disadari dapat memicu disharmonisasi dalam kehidupan berbangsa, bernegara maupun bermasyarakat.

Itulah yang seringkali terjadi pada setiap konflik politik, ideologis maupun sosial yang terjadi di negeri ini, bukan hanya dalam skala kecil melainkan juga terjadi pada skala besar seperti yang terjadi pada peristiwa 1965 silam.

Demikian yang disampaikan Dr Kristiya Kartika kepada pers, saat dihubungi melalui telpon selularnya, Jumat, 1 Oktober 2021 di Jakarta.

“Jika situasi disharmonis kehidupan masyarakat terus berlangsung, hingga di wariskan ke generasi selanjutnya, maka tanpa disadari akan mendistori nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila, dan akibatnya dapat membuka peluang bagi pihak-pihak yang ingin mengganti ideologi Pancasila,” ungkap Dr Kristiya Kartika Mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat GMNI.

Karena itulah, menurut Dr Kristiya, perlunya mengembalikan sebuah hubungan ke kondisi semula penting untuk membangun negeri, yakni suatu usaha untuk menyelesaikan permasalahan di masa lampau dengan memperbarui hubungan pada perdamaian yang harmonis dan baik, sehingga terciptanya kembali persatuan dan kesatuan sebagai kunci bagi berdaulatnya sebuah negara, perpecahan yang terjadi tentu hanya akan menambah daftar permasalahan sebuah Negara.

Baca Juga  LSM KPK Minta Pemkot Jakarta Barat Segera Segel Rumah Mewah Diduga Tidak Memiliki Ijin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen + 5 =