Proyek RKB Gunakan Baja Non SNI, Konsultan Pengawas: Sudah Sepengetahuan Dinas

24
Proyek pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN Bojonggede 04, Kabupaten Bogor yang diduga tidak menggunakan baja ber standar nasional (SNI) Foto/Tim.
TM Kab Bogor – Soal Dugaan proyek siluman pada pembangunan ruang kelas baru (RKB) SDN Bojonggede 04, Konsultan pengawas proyek tersebut tidak bisa berkata banyak dan mengaku ada kelalaian terkait pemasangan papan informasi serta penggunaan alat pelindung diri (APD).
“Untuk papan informasi sebenarnya bukan tidak ada namun pemasangannya yang salah. Sekarang sudah kita perbaiki, sudah kita pasang di depan sekolah, bahkan untuk alat pelindung diri (APD) semua pegawai sudah menggunakannya,” kata Imam saat dikonfirmasi awak media, Selasa (12/10/2021).
Tidak sampai di situ, saat ditanya terkait pemasangan baja ringan yang sudah terpasang, di mana dari pantauan awak media, baja ringan yang terpasang tidak ada logo Standar Nasional Indonesia (SNI) nya agar kualitasnya terjamin.
Sebagaimana diketahui demi keterjaminan keamanan, untuk rangka kuda-kuda atap umumnya menggunakan jenis produk dengan standar tinggi 75 mm, ketebalan 0,75 mm, panjang 6 meter atau bisa juga disesuaikan dengan kebutuhan (custom).
“Itu pihak ketiga dan sudah sepengetahuan Dinas PUPR,” jelas Imam.
Ketika dipertanyakan apakah baja yang dipakai tertera logo SNI ?
Tidak,” singkatnya.
Untuk diketahui, dimana saat ini telah berlaku SNI untuk baja ringan, yaitu SNI 4096:2007 (SNI Bahan Baku) dan SNI 8399:2007 (SNI Profil Baja ringan)
(Hingga berita ini diturunkan, awak media masih akan dan terus melakukan upaya verifikasi lebih lanjut ke pihak terkait). (tim)

Baca Juga  Tim Divhumas Polri Bersama Polda Jateng, Sampaikan Bahaya Paham Radikalisme di Ponpes Demak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two − one =