Sidang PETI, Saksi Ungkap 6,5 juta Untuk Desa Dan 15 juta Untuk Keamanan, Perbulan

7167
Proses Sidang Peti di Pengadilan Negeri Putussibau, Selasa (12/10/2021). Foto/Edy.
TM Kapuas Hulu – Setelah tiga kali dipanggil oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kapuas Hulu, akhirnya Rian Alias Badong dan Ikbaludin datang bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Putussibau, Selasa (12/10/2021).
Badong dan Ikbaludin dihadirkan JPU sebagai saksi perkara Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Beringin Jaya Kecamatan Bunut Hulu dengan terdakwa Sunarto selaku operator eksavator.
Di dalam persidangan tersebut Badong dan Ikbaludin pun ‘nyanyi’ soal income yang harus dibayar dalam kegiatan PETI di Desa Beringin Jaya mencapai Rp21 juta untuk satu alat berat eksavator setiap bulannya.
Saat ditemui usai persidangan Badong, saksi perkara Sunarto menyampaikan, bahwa dirinya bersama orangtuanya sudah dimintai keterangan oleh polisi terkait masalah ini. Hanya saja, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) banyak yang disampaikan dirinya tidak direspon oleh pihak kepolisian.
“Seperti yang kita sampaikan bahwa dalam kejadian razia yang dilakukan oleh polisi saat itu bukan hanya eksavator milik kami saja yang beroperasi, tapi ada juga yang lain. Kita lengkap ada videonya,” katanya.

Baca Juga  Angka Kecelakaan Masih Tinggi, Kasat Lantas Polres Pekalongan Imbau Pengendara Patuhi Peraturan Lalulintas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − five =