Sidang PETI, Saksi Ungkap 6,5 juta Untuk Desa Dan 15 juta Untuk Keamanan, Perbulan

7163
Seperti yang kita sampaikan bahwa dalam kejadian razia yang dilakukan oleh polisi saat itu bukan hanya eksavator milik kami saja yang beroperasi, tapi ada juga yang lain. Kita lengkap ada videonya,” katanya.
Dikatakan Badong, pihaknya juga menyampaikan kepada penyidik bahwa yang mempunyai lobang yang digali menggunakan eksavator milik ayahnya tersebut bukanlah kepunyaan mereka. Lobang yang digali tersebut miliknya Mawardi.
“Karena yang meminta kami untuk menggali lobang tersebut adalah Mawardi,” sebutnya.
Badong membeberkan, jika memang ada pihak-pihak tertentu yang menuduh dirinya dan ayahnya sebagai pelaku PETI dipersilakan untuk membuktikanya. Karena pihaknya tidak memiliki mesin.
“Kami ini hanya penyedia jasa sesuai permintaan orang yang memesan ke kami,” ucapnya.
Badong mengungkapkan dalam kegiatan PETI di Beringin Jaya tersebut pihaknya diwajibkan untuk membayar income desa maupun income keamanan.
“Income desa itu kita bayar Rp6,5 juta dan income keamanan sebesar Rp15 juta per bulan untuk satu alat eksavator. Kita pegang buktinya,” ungkapnya.

Baca Juga  Dirjen Pendis dan Direktur PTKI Lakukan Pembinaan di Palembang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three + 12 =