Mahasiswa Bakal Ajukan Yudisial Review Statuta UI no 75 tahun 2021 ke Mahkamah Agung

121
Yosia Setiadi Panjaitan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (Foto/Tri Cahyo)
TM Jakarta – Dengan diumumkannya Statuta Universitas Indonesia No.75 tahun 2021 beberapa waktu lalu, rupanya justru mengundang polemik bukan hanya di kalangan masyarakat akademisi, melainkan juga mengundang polemik di kalangan internal Universitas Indonesia.
Suasana itu nampak dengan adanya aksi protes Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI bersama dosen dan guru besar menggelar aksi demo di Gedung Rektorat, Selasa (12/10) . Aksi ini menuntut pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) No75 Tahun 2021 tentang Statuta Universitas Indonesia (UI), revisi dari PP No. 68 Tahun 2013 yang sebelumnya berlaku. Demo sebagai bentuk protes terhadap statuta tersebut.

Menurut Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra bahwa rangkaian aksi ini melibatkan ratusan mahasiswa dan keluarga civitas akademika UI yang merasa kecewa serta marah atas PP No.75 tahun 2021. Sebab, proses revisi PP tentang Statuta UI itu juga dinilai tidak benar, tidak jujur dan tidak transparan.
“Aksi massa yang kami gelar hari Selasa kemarin itu merupakan puncak protes kemarahan dari kawan-kawan mahasiswa, dosen, dan guru besar yang tidak setuju dengan Statuta UI yang baru. Karena mulai dari proses penyusunan hingga substansinya banyak catatan. Sekitar 400-an orang yang ikut aksi tersebut” ungkap nya kepada awak media, Jumat, (15/10/2021).

Baca Juga  Cek Vaksinasi Di Kabupaten Batang, Kapolda Sampaikan Ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seventeen − two =