Tewaskan 11 Siswa, KPAI Sayangkan Kegiatan Kepramukaan Susur Sungai Harus Kembali Renggut Korban

11
Foto Tim SAR saat menemukan dua jenazah korban susur sungai Pramuka SMP NI Turi Sleman Yogyakarta (Foto/Basrnas Yogyakarta)
TM Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan terjadinya tragedi susur sungai “Tadabur Alam” yang telah merenggut korban hingga 11 jiwa dan 2 Siswa kritis. Susur sungai yang dilaksanakan di sungai cileueur, CIamis, Jawa Barat itu sendiri merupakan bagian dari kegiatan kepramukaan yang diikuti oleh 150 peserta didik.
Melalui keterangan rilisnya, Senib (18/10) Komisioner KPAI, Retno Listyarti menyampaikan turut berduka atas kejadian tersebut.
“KPAI menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang dialami. Pastilah tidak menduga kehilangan anaknya secara tiba-tiba melalui sebuah kegiatan kepramukaan berupa susur sungai,” ungkapnya.
Retno mengatakan, kalau kejadian serupa pernah juga terjadi di SMPN 1 Turi Sleman, Yogyakarta, yang diikuti oleh 249 peserta didik dengan korban meninggal juga mencapai 10 korban jiwa.
Ia berharap kegiatan kepramukaan di alam bebas dapat dievaluasi.
“Seharusnya kejadian di Sleman menjadi pembelajaran semua pihak dan momentum mengevaluasi kegiatan kepramukaan di alam bebas. Bukan tidak boleh, tetapi penyelenggara haruslah mampu melakukan mitigasi resiko sebelum gelar kegiatan,” urainya.

Baca Juga  Satgas Yonif MR 413 Kostrad Salurkan 1.250 Paket Sembako Natal Untuk Masyarakat di Wilayah Perbatasan RI-PNG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven + 5 =