Tanpa Berkibarnya Sang Merah Putih, Kemenangan Thomas Cup Tak Berwibawa

381
Hendrajit pengamat olahraga (Tri Cahyo)
TM Jakarta – Kerinduan bangsa Indonesia untuk hadirnya Piala Thomas Cup di bumi Pertiwi, setelah menunggu selama 19 tahun, rupanya penantian itu terbayar oleh Kemenangan Indonesia atas China pada laga final Thomas Cup 2020 yang berlangsung di
Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10) kemaren.

Ini suatu prestasi menggembirakan dan bersejarah yang di torehkan para atlet bulutangkis (Putera) terbaik Indonesia dari kalangan generasi milineal, namun sangat disayangkan prestasi tersebut ternodai oleh sanksi dari WADA, demikian disampaikan oleh Hendrajit pengamat olahraga kepada awak media, Senin, 18/10/2021 di Jakarta.

“Meski ada sanksi dari WADA tidak mengibarkan bendera merah putih saat kita mereguk kemenangan spektakuler merebut kembali Thomas Cup, seharusnya para diplomat olahraga kita bermanuver sebisa mungkin terhadap badan bulutangkis internasional.”ungkap Hendrajit.
Lagipula, imbuh Hendrajit, soal mengibarkan bendera merah-putih bukan hanya cuma simbolik, namun ini masalah kehormatan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan amat berarti bagi seluruh elemen bangsa di saat seperti sekarang kita butuh oase rasa kebanggaan nasional.
“Para diplomat olah raga kita harusnya peka dan empati pada suasana kebatinan bangsa seperti itu, dan semestinya tidak mudah tunduk begitu saja dengan keputusan dari WADA tersebut”tukas Hendrajit.

Baca Juga  ICJR Soroti Carut Marut Pengaturan Penegakan Hukum Terhadap Pelanggaran PSBB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × two =