Firli : Sosok Santri Diperlukan dalam Perang Badar Lawan Korupsi

12
Presiden RI Joko Widodo bersama Ketua KPK Firly Bahuri (Foto/Doc.Ist)
TM Jakarta – Segenap bangsa di republik ini, kembali merayakan Hari Santri Nasional dimana tema besar ‘Santri Siaga Jiwa dan Raga’ yang diusung pada peringatan tahun ini sangat tepat untuk mengingatkan kita semua, betapa pentingnya mensiagakan selalu jiwa-raga seperti lazimnya seorang santri,.
Hari Santri Nasional yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2015 lalu, adalah bentuk penghargaan tak terhingga, penghormatan dan pengakuan segenap bangsa dan negara atas peran serta aktif luar biasa para santri seluruh Indonesia yang di pimpinan oleh KH. Hasyim As’ari 1/2 abad lalu tepatnya 22 Oktober 1945, yang menyerukan revolusi jihad.
“Isi dari Resolusi jihad tersebut adalah pernyataan bahwa berjuang demi kemerdekaan Indonesia hukumnya Fardhu’ Ain atau wajib bagi seluruh bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Ketua KPK H. Firli Bahuri dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Jumat 22/10/21
Firli menuturkan bahwasanya setelah kemerdekaan dapat direngkuh, peran serta santri sebagai motor pergerakan dan kemajuan bangsa tetap dibutuhkan.
“Sosok sederhana, santun, berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, moral, etika dan kejujuran yang kental pada diri seorang santri, sangat diharapkan ada dalam setiap elemen dan eksponen bangsa ini, guna menghadapi, melewati sekaligus menyelesaikan ragam persoalan besar bangsa, salah satunya korupsi,” paparnya.
Ia menekankan, negeri ini butuh anak-anak bangsa yang memiliki jiwa, raga, semangat fisabilillah dan ruh seorang santri dalam perang badar melawan korupsi.
“Kita pernah melalui masa sulit atas kehadiran kolonial dan menghadapi imperator,” ujarnya.

Baca Juga  Aliansi Serikat Buruh Tuntut Kenaikan Upah 2022, Kapolres Kota Tangerang Turun Ke Jalan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 × five =