Diduga Adanya Sinyalemen Permainan Politik Dibalik Isu Bisnis PCR

311
Seorang anak saat sedang di tes PCR oleh Petugas Medis (Foto/Ist)
TM JakartaBeberapa waktu ini, di tengah masyarakat yang masih mengalami masa pandemik covid-19 ini, muncullah kegaduhan yang dipicu oleh adanya issu bisnis tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang menyeret nama Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dan juga Menteri BUMN Erik Tohir, sehingga issue tersebut juga mematik adanya tuntutan dari beberapa pihak agar terjadi reshuffle kabinet, untuk menggantikan kedua tokoh tersebut dari posisinya sebagai pejabat negara di Kabinet Indonesia Maju tersebut.
Polemik tersebut, juga mengundang tanggapan dari Faisal Saleh pengamat politik, kepada pers yang menghubunginya, Rabu (17/11)
Dia mengatakan, bahwa isu bisnis PCR yang menyeret nama Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan maupun Menteri BUMN Erik Tohir itu sangat tendensius. Karena, lanjut Faisal Saleh, issue tersebut dilontarkan ke publik, di saat adanya polemik harga biaya test PCR, adapun masyarakat meminta agar pemerintah menurunkan harga biaya test PCR tersebut, kemudian Pemerintah menanggapinya dengan menurunkan harga test PCR tersebut.
“Tentunya kebijakan Pemerintah tersebut, berdampak pada munculnya pendapat yang berbeda, ada pihak yang mendukung kebijakan tersebut, dan juga ada yang tidak mendukung,”ungkap Faisal Saleh.
Menurutnya, kami dan juga masyarakat yang ingin terbebaskan dari pandemik covid-19 tersebut sangat mendukung kebijakan tersebut, namun demikian, rupanya respon dari kebijakan tersebut, disinyalir ada pihak yang tidak mendukung kebijakan tersebut sehingga membawa kasus harga PCR ini digoreng untuk menyudutkan pihak tertentu khusus nya Erick Thohir dan LBP.
“Kerja baik yang telah dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi covid 19 ini jangan dialihkan ke kasus lain,” tukas Faisal Saleh.

Baca Juga  Kerurukunan Keluarga Palembang Gelar Festival Palembang Darusalam XIX

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

19 + five =