GERAK Desak KPK Buka Kembali Kasus Bakamla, Usut Adanya Sinyalemen Dugaan Tersangka Baru

521
Andreas Timur Santoso Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK)
TM JakartaKasus Korupsi Bakamla yang telah menyeret beberapa orang dari anggota DPR RI, dan yang telah menjerat sejumlah pihak. Yang terakhir divonis adalah Fayakhun Andriadi. Pada persidangan Fahmi Darmawansyah dan Fayakhun turut terkuak peran serta anggota DPR RI lainnya, bahkan dalam sidang suami Inneke Koesherawati itu disebutkan anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Nasdem saat itu, Donny Imam Priambodo, diduga ikut menerima dana sebesar Rp, 90 miliar.
Uang itu diduga terkait sejumlah proyek Bakamla pada anggaran APBN-P 2016, meskipun sudah ada yang dipenjara, namun nampaknya kasus korupsi proyek Bakamla ini, untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat, dan juga terkait dengan penuntasan kasus korupsi Bakamla harus dibuka kembali pengusutannya, demikian dikatakan Andreas Timur Santoso Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK), saat ditemui wartawan di Jakarta Selatan, Kamis, 18/11/2021.
“Meskipun perkara korupsi proyek Bakamla sudah lama berlalu, namun karena masih ada pihak pihak yang terseret kasus tersebut, justru tidak tersentuh oleh hukum, maka KPK harus memastikan untuk mengembangkan perkara suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun anggaran 2016, dengan mengusut tuntas mereka tersebut,” ungkap Andreas Timur Santoso Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK).
Menurutnya, dari beberapa orang anggota DPR RI periode 2014-2019, terutama di Komisi XI, yang terseret kasus suap proyek Bakamla tersebut, salah seorang diantaranya adalah Donny Imam Priambodo yang saat itu menjadi anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem.

Baca Juga  Faisal Risa Kunjungi Objek Wisata Way Negara Batin (Wanaba) Bersama Sekertaris PWI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × five =