Dinilai Tidak Adil Dalam Memberikan Putusan, Oknum Hakim di PN Bekasi Dilaporkan Ke BAWAS MA RI

18
Tim Kuasa Hukum dari Penggugat dalam Perkara Gugatan Cerai di Pengadilan Negeri Bekasi Kelas 1A Khusus perkara nomor: 564/Pdt.G/2020/PN.Bekasi saat melaporkan salah satu Hakim ke Badan Pengawas MA RI (Foto/TM)
TM Jakarta – Dirasa tak adil dalam memimpin sidang, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi, yang menangani perkara No : 564/Pdt.G/2020/PN.Bekasi, dilaporkan ke Ketua Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung Republik Indonesia, Komisi Yudisial (KY), dan Ketua Mahkamah Agung (MA), karena patut diduga telah melakukan pelanggaran kode etik.
Sang pelapor ialah, Tim Kuasa Hukum dari Penggugat dalam Perkara Gugatan Cerai di Pengadilan Negeri Bekasi Kelas 1A Khusus perkara nomor: 564/Pdt.G/2020/PN.Bekasi, sebagaimana surat kuasa khusus yang diberikan ‘JS’ kepada LAW OFFICE RAJA TAHAN PANJAITAN, SH & PARTNERS beralamat di Jalan Paus Kav. B-I No.90 Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur tertanggal 17 September 2020.
Ini penjelasan Tim Kuasa Hukum, bahwa Majelis Hakim perkara nomor: 564/Pdt.G/2020/PN.Bekasi yang memeriksa dan menangani perkara a qou dalam putusannya, terkesan menunjukkan dan melakukan perbuatan “ Abuse Of Power” (penyalahgunaan kekuasaan, dalam bentuk penyimpangan jabatan atau pelanggaran resmi).”katanya tgl (23/11/2021)
Bahwa adanya “Abuse Of Power” yang menurut hemat kami telah dilakukan oleh Majelis Hakim tersebut sebagai berikut:
Sebelum pemeriksaan pokok perkara a qou dilakukan, upaya mediasi sesuai aturan PERMA Nomor : 01 Tahun 2016 telah terlebih dahulu ditempuh, namun mengalami jalan buntu atau tidak berhasil (deadlock).

Baca Juga  Informasi Erupsi Gunung Sinabung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 5 =