Ketua DPC Serikat Pekerja Merasa Kecewa Atas Penetapan UMK Kabupaten Sintang

127
Ketua DPC Serikat Pekerja PELIKHA Yohanes Agustinus di Ruang Pertemuan Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Sintang (Foto/Ist)
TM Sintang Rapat rutin tahunan ini dipimpin oleh Ketua Dewan pengupahan Kabupaten sintang Drs.Subendi.M.si sekaligus sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan kabupaten Sintang di Ruang Pertemuan Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Sintang, Jalan MT. Haryono Km. 2 Sintang.
Rapat tersebut dihadiri Ketua APINDO Sintang Jhosafat dan anggota, pihak Pengusaha, pihak BPS serta seluruh ketua-ketua Serikat Pekerja yakni Yohanes Agustinus Ketua DPC Serikat pekerja Pelikha kabupaten sintang, Ketua DPC KSBSI, Ketua DPC SPIN, Ketua KSPI, Ketua SPFI dan Serikat PLN. Keseluruhan pimpinan Serikat ini merupakan anggota Dewan Pengupahan Kabupaten sintang.
Penetapan UMK untuk tahun 2022 adalah berpedoman pada PP nomor 36 tahun 2021 sesuai keputusan Kementrian Tenaga kerja. UMK tahun 2021 sebesar Rp,2.596.644.
Sesuai formulasi UMK tahun 2022 di tetapkan angka kenaikan 0,59 persen artinya naik 15.320.20 sehingga besaran UMk tahun 2022 adalah 2.611.966.41.
Ketua DPC Serikat Pekerja Pelikha kabupaten sintang Yohanes Agustinus merasa kecewa dengan keputusan yang diambil oleh pemerintah.
Kekecewaan Yohanes Agustinus terungkap pada rapat yang dilaksanakan di Disnakertrans kabupaten Sintang, Selasa (24/11/2021)
“Dengan angka yg relatif rendah ini tentu kami Serikat Pekerja PELIKHA Kabupaten sintang merasa kecewa terhadap keputusan pemerintah ,yang mana saat ini semua kebutuhan rumah tangga relatif naik,” terang Yohanes Agustinus.
“Semestinya pemerintah harus membuat regulasi dan pendataan valid di masing masing daerah, Kebutuhan rata-rata masyarakat kabupaten sintang sangat besar, sehingga kenaikan UMK yg hanya 0,59 persen Rp.15.320.20 tidak sesuai, padahal komoditi kelapa sawit semakin melonjak mahal harga nya, katanya Rakyat Indonesia sejahtera, tapi jika UMK masih sangat rendah seperti ini apa nya yang Sejahtera, yang ada pekerja /Buruh semakin sengsaraā€¯ tegas Agus. (Edy/*)

Baca Juga  Prof. Ali Zum : Revolusi Industri 4.0, Saatnya Pemerintah Maksimalkan Dukungan Terhadap Hasil Temuan Anak Bangsa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − one =