Pantau Perairan Natuna, Menko Polhukam: Tidak Boleh Sejengkal pun Pulau Kita Lepas

11
Menko Polhukam bersama Mendagri, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) 1 dan Bupati Natuna saat memberikan keterangan terkait kunkernya di Perairan Natuna (Foto/Ist)
TM DepokPemerintah tidak pernah membiarkan penjagaan kedaulatan wilayah Indonesia lengah atas segala bentuk ancaman. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD selaku Ketua Pengarah Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) beserta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP, memastikan kelangsungan penjagaan kedaulatan dari pulau-pulau terluar Indonesia.
Menko Polhukam bersama Mendagri, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) 1 dan Bupati Natuna, Pada Rabu (24/11) dari atas Kapal KRI Semarang di perairan Natura, Provinsi Kepulauan Riau bertolak ke Pulau Sekatung dan Pulau Laut menggunakan Helikopter.
Sebelum menaiki Helikopter, Mahfud menegaskan, “Ini memang isunya tidak popular dan tidak banyak yang tahu, tapi kita jaga terus setiap hari. Semua upaya kita lakukan untuk menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. Tanah dan perairan tidak boleh sejengkalpun hilang dari kekuasaan, kedaulatan hukum, dan teritori kita.”
Menurutnya, bangsa indonesa harus bangga dan harus menjaga kekayaan kita yang memiliki 17.504 pulau, termasuk pulau kecil seperti Pulau Sekatung dan Pulau Laut, sebagai bagian dari pulau-pulau kita yang terluar.
Pulau Sekatung adalah pulau terluar dan paling utara dari wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau yang terletak di laut Cina Selatan dan berbatasan dengan negara Vietnam.
“Sedangkan Pulau Laut merupakan Kecamatan yang terluar di daerah Kabupaten Natuna,” pungkasnya. (Ren/*)

Baca Juga  Ratusan Rumah Tergenang Rob, Kapolres Pekalongan Cek Kondisi Tanggul Yang Berada Di Desa Wonokerto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − 14 =