Terkait Pemutusan Kontrak Kemitraan Sepihak, Kuasa Hukum Somasi Angkasa Pura Retail

53
Saat gunting pita peresmian gerai milik PT SAS di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai Bali (Foto/TIM)
TM JakartaPengadaan tender stand oleh Pihak Angkasa Pura Retail di Bandara Internasional Ngurah Rai pada tahun 2019 di area terminal kedatangan luar negeri, diduga menimbulkan kerugian bagi para konsumennya.
Tender yang telah disepakati dalam kontrak kemitraan oleh AP Retail kepada Pihak PT. Serasi Alam Sejahtera/Bali Liqouer Store dengan disaksikan pihak yang ditunjuk sebagai pengurus perizinan (E) dianggap oleh Bea Cukai Bandara Ngurah Rai bermasalah, hingga harus dilakukan penutupan secara paksa stand milik dari PT SAS tersebut.
Hal itu diungkap oleh kuasa hukum PT SAS, RICO ARDIKA PANJAITAN, S.H., yang diketahui juga telah melayangkan Somasi ke I ke Direksi Angkasa Pura Retail, di Jakarta, tertanggal 15 November 2021.
Rico menjelaskan, mewakili kliennya, pihaknya merasa dirugikan terhadap prosedur kontrak yang disodorkan oleh pihak Angkasa Pura Retail melalui perwakilannya di Bali. Ia amat menyayangkan, apa yang telah ditentukan dan ditawarkan oleh pihak AP Retail kepada PT. SAS menjurus kearah dugaan penipuan.
“Klien kami (PT. SAS) mengerti dan memahami prosedur perizinan, hingga turut mengikuti sgala SOP dan peraturan oleh penyedia, dalam hal ini Angkasa Pura Retail, untuk mendapat izin menempati stand┬á (gerai-red) di Terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai secara legal,” ungkapnya.

Baca Juga  Pengamat : Dalam Politik, Wajar Bila PDIP Selalu Anggap SBY Musuh Abadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

thirteen + 17 =