LQ Indonesia Lawfirm : Beda Penanganan Kasus Bahar Smith dengan Investasi Bodong, Bukti Janji Kapolri masih Pepesan Kosong

14
Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm Alvin Lim
TM JakartaKetika ditanya tanggapan oleh wartawan mengenai penahanan Habib Bahar Smith, Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm yang terkenal vokal dan berani mengatakan penanganan kasus Habib Bahar Smith membuktikan bahwa janji Kapolri di depan DPR ketika Fit and Proper tes masih pepesan kosong.
Alvin menjelaskan bahwa HBS yang dilaporkan 17 Desember 2021, dijadikan Tersangka dan ditahan hanya dalam 17 hari. Bandingkan dengan Kasus Indosurya yang mana Henry Surya dijadikan tersangka sudah 2 tahun dan hingga hari ini tidak ditahan dengan alasan kooperative.
“Alasan penyidik menahan HBS karena syarat objektif dan subjektif terpenuhi, yaitu ancaman diatas 5 tahun dan takut melarikan diri. Padahal kenyataan HBS kooperatif dan hadir memenuhi panggilan penyidik. Henry Surya sebagai Tersangka juga memenuhi syarat Obyektif dan subyektif untuk penahanan namun tidak ditahan karena penyidik menganggap kooperatif dan tidak mungkin melarikan diri karena pasport Henry Surya sudah disita Penyidik Mabes,” ungkapnya dalam rilis di Jakarta (5/1/2022) .
Alvin menilai bahwa alasan ini tidak masuk akal, karena justru orang kaya mampu membeli passport untuk kabur. Dan ancaman hukuman Henry surya malah diatas 10 tahun dibanding HBS yang ancaman dibawah 10 tahun.
“Apalagi penanganan kasus Investasi Bodong di Polda Metro Jaya lebih parah, Kapolda Metro Jaya yang membanggakan dengan 100 persen penyelesaian LP, justru kenyataannya tidak ada satupun kasus Investasi Bodong di Polda Metro Jaya jalan, bahkan kasus Mahkota dengan Terlapor Raja Sapta Oktohari, Kapolda Metro Jaya jelas takut walau terang-terangan Polda Metro Jaya dilecehkan dengan terlapor 6x di panggil tidak hadir,” jelasnya.
“Bukankah 6x tidak hadir dapat dikategorikan tidak kooperatif dan melecehkan institusi POLRI yang memanggil terlapor untuk dimintai keterangan? Bukankah setiap warga negara yang baik wajib memenuhi panggilan POLRI? Namun jelas nyata disini Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran pengecut dan tidak berani bertindak tegas terhadap terlapor yang punya kedudukan tinggi. Jadi asas equality before the law dan Hukum akan tajam keatas pula, hanya pepesan kosong dan janji palsu POLRI yang hingga detik ini tidak terbukti,” ungkapnya.

Baca Juga  Ifan Fahriansyah Pimpin DPD BKPRMI Kota Palembang Yang Terpilih Secara Aklimasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 + 17 =