DPW TIPIKOR KPK: Diduga Masih ada Oknum Mafia Tanah di Bandung yang Belum Ditetapkan Tersangka

40
Terduga tersangka kasus mafia tanah di Kota Deepok, Jawa Barat.
TM BandungKetua DPW TIPIKOR JAWA BARAT Heri Sismoro Mempertanyakan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Terkait dugaan Masih adanya oknum oknum Mafia Tanah yang belum ditetapkan menjadi tersangka . .
Hal ini ditegaskan Heri kepada awak media kemarin minggu 9 januari, Dia tegaskan dan angkat bicara karena hal tersebut dirinya sebagai pelapor dalam kasus tersebut. Dari data yang dimilikinya dan yang telah diserahkan kepada Kejati Jabar, diduga ada 4 (empat) orang pemain utama dari mafia Tanah tersebut.
“Kami menduga bukan DD saja yang menjadi tersangka, karena masih ada tiga orang lagi yang diduga menjadi otak mafia tanah di Mandalawangi,” ungkap Ketua KPK Tipikor Jawa Barat kepada awak media .
Namun menurut Heri yang menjadi pertanyaan mengapa pihak penyidik Kejati Jabar tidak memanggil KPK Tipikor secara Lembaga sebagai pelapor, dan menjadikan mereka sebagai saksi.
“Ini bisa jadi dugaan yang kurang baik terhadap institusi Kejaksaan Tinggi Jawa Barat,” kata Heri.
Dia juga mengatakan, diduga tanah itu merupakan tanah carik desa yang di mainkan dengan munculnya Akta Jual Beli yang di duga hasil manipulatif kompromi. Dari hasil penelusurannya mereka menemukan data kongkrit tentang keberadaan tanah tersebut.
Sebelumnya diberitakan Kejati Jabar menetapkan eks Kepala Desa (Kades) Mandalawangi, Kabupaten Bandung berinisial D sebagai tersangka kasus penjualan aset Desa berupa tanah seluas 11.000 meter persegi.
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memerintahkan kepada semua para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk membentuk tim khusus guna memberantas para mafia tanah dan mafia pelabuhan serta dapat memicu konflik , kata Jaksa Agung Burhanuddin .
Di sisi lain , pada saat desember tahun yang lalu
lKejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat (Jabar) baru mengeksekusi seorang mantan Kades Mandalawangi inisial DD yang diduga menjadi Mafia pemalsuan Surat Tanah, namun sayangnya hanya DD yang dijadikan tersangka.
“Kami menduga bukan DD saja yang menjadi tersangka, karena masih ada tiga orang lagi yang diduga menjadi otak mafia tanah di Mandalawangi,” ungkap Ketua KPK Tipikor Jawa Barat kepada awak media.

Baca Juga  Rapid Tes Gratis Ke Wisatawan, 3 Pilar Kep Seribu Selatan Terus Cegah Covid-19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 − 2 =