Erros Djarot : Madura lebih istimewa dari Yogyakarta

7
Erros Djarot (kedua dari kiri) saat menghadiri pertemuan dengan para ulama di Madura. (Foto/Ist)
TM MaduraPerjuangan Panitia Nasional Pembentukan Provinsi Madura terus menggeliat. Para tokoh dan Ulama Madura bersama Budayawan Erros Djarot sangat gayeng dan akrab membahas berbagai agenda yg sedang diperjuangkan para tokoh madura, mulai dari kemiskinan, keterbelakangan, Infrastuktur, provinsi madura bahkan rencana pembuatan Film layar lebar Jokotole. Setelah perjuangan dari sisi hukum dengan mengajukan yudicial Review kandas, Erros mengingatkan para tokoh madura utk menempuh cara yg beda. “Madura itu lebih istimewa dari Yogyakarta”, tegas Erros, saat melakukan pertemuan dengan para ulama di coffe shop hotel Elmi, Madura, Jawa Timur, Senin (10/1).
Sudah selayaknya, lanjut Eros Djarot, para tokoh madura berjuang dan menuntut hak keistimewaan madura kepada Presiden sebagai Kepala Negara, bukan sebagai kepala pemerintahan. InsyaAllah Pak Jokowi akan sangat memperhatikan hak tersebut. Yang sulit-sulit saja seperti rencana ibukota Negara Baru dipikirkan beliau, apalagi menjadikan Madura sebagai provinsi dengan segala keistimewaan yg dimilikinya, lanjut Erros Djarot.

Para ulama yang hadir diantaranya Haji Zaini Ketua Dewan Pembangunan Madura (DPM), Budayawan/penyair clurit emas KH Zawawi Imron, KH. Fauzy Tijani Djauhari, MA, PhD Pengasuh Pondok Modern Prenduan Sumenep, KH. RP DR Mujahid Anshory, DR Siti Marwiyah SH M.Hum Rektor Unitomo, DR Syaifurrahman Rektor Wiraraja, KH Hanan Nawawi, Sekjen GPI Harun Al Rasyid, ketua IKAMA Jatim H Bukhori Imron, KH Hafidullah, Rahman SH, MH, AS Rizal SH,MH, Produser film Jokotole – Faisal Nawawi, Efri Jo-Produser dan tim.

Diskusi yang berlangsung cukup serius tersebut mempertajam berbagai agenda yang sedang dilakukan untuk kemajuan madura. Haji Achmad Zaini yg menjadi motor dari perjuangan mewujudkan Madura menjadi propinsi merasa tercerahkan dengan lontaran pemikiran Erros Djarot.
“Saya sangat berterima kasih atas pencerahan yang di berikan Mas Erros Djarot, saya semakin semangat karena semakin banyak yg membantu perjuangan ini”, tegas Haji Zaini. Bahkan Erros berseloroh pada DR Siti Marwiyah, adik kandung Menkopolhukam Mahfud MD degan memberi tugas utk melaporkan pertemuan siang ini ke kakandanya.
Sementara Zawawi Imron sangat optimis bahwa perjuangan mewujudkan Provinsi Madura dan Tol Trans Madura segera terealisasi, karena sifat dan karakter orang madura sangat memungkinkan semua perjuangan itu akan terwujud. Lebih jauh RPA DR Mujahid menegaskan, “Dengan potensi besar yang dimiliki madura, seharusnya tuntutan kepada pusat dilakukan lebih taktis dan strategis”.
Sebelum mengakhiri diskusi, Erros berkomitmen utk membantu penyelesaian Film Jokotole tanpa dirinya harus dibayar. (**)

Baca Juga  Polri Minta Masyarakat Waspadai Provokasi Jelang Pergantian Tahun Baru

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − 8 =