Bupati Kabupaten Way Kanan Tandatangani Surat Kerjasama Dengan PT.Sari Makmur Tunggal Mandiri

30
H.Raden Adipati Surya S.H.,MM., Saat penandatanganan surat kerja sama dengan PT.Sari Makmur Tunggal Mandiri
TM Way Kanan, Lampung – Penandatanganan naskah kesepahaman antara pemerintah kabupaten(Pemkab) way kanan dan PT.Sari Makmur Tunggal Mandiri.dalam program pembinaan petani kopi dan peningkatan produksi kopi berkelanjutan di laksanakan di Gedung Serba Guna (GSG)Pemkab Way Kanan, Kamis 13/1/2022.
Acara tersebut dihadiri oleh General manager PT Sari Makmur Tunggal Mandiri beserta tim, staf ahli Bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Fungsional, Pengawas di lingkungan pemerintah kabupaten way kanan, Ketua KTNA way kanan, camat Rebang Tangkas, Kepala Kampung, Ketua Gapoktan, Ketua Kelompok Tani se- kecamatan Rebang Tangkas dan Pimpinan IKM Tiuh.
Mengawali sambutannya Bupati Kabupaten Way Kanan H.Raden Adipati Surya S.H.,MM. menyampaikan, ” kabupaten way kanan, mayoritas penduduknya berpenghasilan sebagai petani,maka dari itu sektor pertanian priotoritas utama pembangunan di kabupaten way kanan, karena mempunyai peranan strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat ” ucapnya
” Dengan dukungan sumber daya alam yang menandai, hampir 80 persen penduduk Way Kanan bermata pencaharian di sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan.dari sektor tersebut perkebunan menjadi andalan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian, dengan potensi luas lahan perkebunan, 96.406 ha. ” Lanjutnya
” Subsektor pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian daerah,hal ini dapat dilihat dari kontribusi subsektor perkebunan,pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar yaitu, 36,37 persen, salah satunya komoditas perkebunan kopi. ” Jabarnya.
” Rendahnya kemampuan petani kopi dalam penerapan teknologi usaha tani menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas yang berdampak pada pendapatan petani, sehingga produktivitas yang di capai masih jauh dari potensi yang seharusnya yaitu 50 persen dari potensi maksimal. ” imbuhnya.
Masih Adipati, ” saat ini telah terjadi pergeseran, dari permintaan konsumen kopi, terhadap mutu dan cita rasa kopi yang lebih baik, untuk itu dalam upaya peningkatan kapasitas dan budidaya kopi juga praktik menagemen penanganan pasca panen yang baik. Melalui kegiatan program ini dapat memperkuat menageman petani dan kelompok tani yang akan dilibatkan dalam program menuju pada produksi kopi berkelanjutan, memenuhi prinsip dan kriteria sertifikasi kopi berkelanjutan.
(Red)

Baca Juga  Tingkatkan Konektivitas Digital, Menkominfo Refarming di 9 Klaster

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × two =