Wednesday, November 30, 2022
HomeBerita UtamaIKA PasOne’84 Sambut Ramadhan Gelar "Bungah Manggih Munggah”

IKA PasOne’84 Sambut Ramadhan Gelar “Bungah Manggih Munggah”

TM KOTA BANDUNG – Tidak terasa sebentar lagi kita bakal bertemu lagi dengan bulan penuh berkah, Ramadhan. Terutama bagi umat Islam dan pastinya kita semua gembira menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Sebelum jatuhnya Ramadhan ada sebuah tradisi yang namanya Munggahan. Apa yang disebut Munggahan dan dari mana sih asal-usul Munggahan?
Bagi masyarakat Sunda, tradisi Munggahan merupakan bentuk rasa hormat mereka dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, karena bulan ramadhan itu penuh berkah dan ampunan.
Simak Video IKA PasOne 84 Gelar Bungah Manggih Munggahan.

Munggahan adalah tradisi masyarakat Islam untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang dilakukan pada akhir bulan Sya’ban atau satu hari menjelang Ramadhan. Dilansir dari inspirasidata.com, secara etimologis kata unggah yang memiliki arti dalam bahasa sunda yaitu mancat atau memasuki tempat yang agak tinggi, kata unggah dalam kamus bahasa Sunda berarti kecap pagawean nincak ti handap ka nu leuwih luhur, naek ka tempat nu leuwih luhur (beranjak dari bawah ke yang lebih atas, naik ke tempat yang lebih atas).
Adapun munggah dalam menghadapi Ramadhan, artinya unggah kana bulan nu punjul darajatna (naik ke bulan yang tinggi derajatnya). Bila dilihat secara filosofis, munggahan merupakan proses menaikkan (meningkatkan) kualitas diri, martabat dan fitrah insaniyyah seseorang.
Akan tetapi, yang perlu kita ketahui munggahan ialah sebuah tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu yang dibuat oleh manusia, atau dengan kata lain bukan sebuah ritual keagamaan yang tercatat dalam sebuah Al-Qur’an dan Hadist Nabi. Banyak sekali orang yang terjebak dan membaurkan antara tradisi dan ibadah, sehingga banyak sekali yang beranggapan bila tradisi ditinggalkan, maka nilai keagamannya akan berkurang.
Seperti diceritakan di atas tadi Munggahan itu bukan sebuah doktrinitas ajaran Islam, hanya sebuah perayaan yang bersifat tradisi. Jadi, kita jangan sampai salah mengartikan apa itu munggahan.
Biasanya munggahan dilakukan dengan cara yang berbeda-beda di setiap daerah. Misalnya ziarah ke makam keluarga atau saudara yang sudah meninggal, mandi besar dengan tujuan membersihkan diri, pulang kampung agar bisa sahur pertama dengan keluarga, saling bermaaf-maafan,  mengunjungi tempat wisata bersama keluarga, atau makan bersama dengan keluarga, tetangga dan kerabat dekat.
Tapi yang sering dilakukan oleh masyarakat Sunda adalah acara makan bersama (botram) dengan keluarga, tetangga, teman, dan lain-lain.
Kegiatan IKA PasOne’84 Bungah Manggih Munggah di Bale M Jl. Arcamanik Endah No. 74 Bandung (Foto/TM)
Bertempat di Bale M Jl. Arcamanik Endah No. 74 Bandung, Ikatan Keluarga Alumni SMA Pasundan 1 Angkatan 1984 (IKA Pasone 84) menggelar acara “Bungah Manggih Munggah” Nyorang Sasih Saum 1443 Hijriah, Sabtu (19/3/2022).
Arief Nurhadin selaku Ketua IKA Pasone’84 membuka acara sekaligus memberikan sambutannya bahwa tujuan diselenggarakannya acara Munggahan ini untuk meningkatkan kualitas keimanan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan serta bersilaturahmi.
“Baraya PasOne’84, sudah cukup lama kita tidak berkumpul karena terkendala Pandemi Covid-19 yang harus menjaga jarak dan tidak berkerumun. Alhamdulillah pagi hari ini dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah, kita dapat bersilaturahmi kembali dalam acara “Bungah Manggih Munggah,” ungkap Arief Nurhadin atau yang akrab disapa Kang Ino selaku Ketua Panitia.
Arief Nurhadin Ketua IKA Pasone’84 (Foto/TM)
“Tujuan diselenggarakannya acara Munggahan yang diisi dengan ceramah agama oleh rekan kita Kang Pipip Firmansyah adalah untuk meningkatkan kualitas keimanan khususnya bagi para Alumni SMA Pasundan 1 Angkatan 1984 dalam rangka bergembira menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Sebagaimana para ulama berkata, “Barang siapa yang hatinya bergembira dengan hadirnya bulan Ramadhan maka diharamkan jasadnya dari api neraka,” ujar Kang Ino.
“Untuk itu mari kita sambut datangnya bulan suci Ramadhan ini dengan gembira dan suka cita, dengan memanfaatkan sebaik mungkin bulan yang spesial ini. Semoga Allah Swt selalu memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua, Aamiin,” pungkasnya.

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here