Suttan Juragan St: Pengiriman Papan Bunga Atas-Namakan Tokoh Adat Ke Polres Lamtim Tidak Tepat

43
Ketua umum (Ketum) PPWI Wilson lalengke,(kiri) bersama tokoh adat Lamtim (kanan)
TMLampung Timur Saksi fakta pada persidangan ke-8 kasus perobohan papan bunga yang digelar di PN Sukadana, Lampung Timur, Muhaidin Arifin, menegaskan bahwa pengiriman papan karangan bunga yang mengatasnamakan Tokoh Adat Lampung Timur ke Polres Lampung Timur beberapa waktu lalu adalah sesuatu yang tidak tepat. Muhaidin Arifin, yang merupakan Ketua Tokoh Adat se Lampung Timur periode 2015-2018 ini menyatakan amat menyayangkan pengiriman papan bunga dengan mencatut kata ‘Tokoh Adat’ ke Mapolres tersebut.
Hal itu disampaikan Muhaidin Arifin, Tokoh Adat terkemuka Lampung Timur yang bergelar Suttan Juragan Suttan, di depan Majelis Hakim dalam kapasitasnya sebagai saksi fakta yang diajukan Penasehat Hukum Wilson Lalengke, Selasa, 7 Juni 2022.
“Penegasan itu perlu saya sampaikan karena selama ini ada keberatan dari banyak pihak terkait tindakan pengiriman papan karangan bunga ucapan selamat dan sukses ke Polres Lampung Timur dengan mengatasnamakan Tokoh Adat Buay Beliuk Negeri Tua yang seolah-olah kami sebagai Tokoh Adat se Lampung Timur ikut mendukung hal tersebut. Padahal, kami para Tokoh Adat Lampung Timur tidak pernah mengirimkan papan bunga semacam itu ke Polres, apalagi isinya terkesan melecehkan kalangan wartawan,” ungkap Suttan Juragan St.
yang sering dihadirkan untuk memandu acara adat di tingkat Provinsi Lampung ini kepada awak media usai memberikan kesaksiannya di persidangan yang mendudukkan Wilson Lalengke dan dua rekannya, Edi Suryadi dan Sunarso, sebagai pesakitan dalam kasus tersebut.
Dari pantauan wartawan di ruang sidang, Suttan Juragan menyampaikan bahwa dirinya berada di lokasi kejadian pada saat peristiwa itu, Jumat, 11 Maret 2022. “Yaa, saya berada di lokasi kejadian,” ujar Tokoh Adat Suttan Juragan menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Diah Astuti, S.H., M.H.
Ketika Majelis Hakim menanyakan keperluan Suttan Juragan di lokasi kejadian, Tokoh Adat Lampung Timur itu menceritakan kronologi kedatangannya ke Mapolres Lampung Timur. “Saya pada hari Jumat tanggal 11 maret 2022 sekitar pukul 8.30 saya dengan kawan saya Hasan Basri tiba di Desa Nyampir, berniat untuk membesuk Indra bersama-sama dengan mertua Indra.
Di saat kami berada di Desa Nyampir saya suruh teman saya untuk menghubungi keluarga Indra via telpon, jawabnya mereka masih di Sekampung, lalu kami berbalik arah menuju Sekampung, ke rumah mertua Indra. Sesampainya kami di situ, kami ketemu dengan mertua Indra yang perempuan, istri dari Bapak Sayuti. Beliau mengatakan bapaknya baru saja berangkat ke Polres bersama rombongan pimpinan Indra. Lalu kami berbalik arah lagi menuju Polres Lampung Timur. Sesampainya kami di Polres, sudah banyak wartawan. Lalu saya bertanya ke salah satu wartawan, ada apa ini? Mereka menjawab ada perobohan papan bunga.

Baca Juga  Kapolres Dan Dandim Salurkan Bantuan dari Presiden RI untuk Al Ghifari Yatim Piatu Asal Sukoharjo
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × one =