Diduga Akibat Program Reforma Agraria, Kericuhan Perebutan Lahan Antar Petani di Jember Tak Terelakan

7893
Waka KSKPH Jember Utara,  Desianus Sirappa, meninjau TKP bersama dengan pihak Polsek Kecamatan Bangsalsari.
TM Jember – Perebutan lahan penggarap berujung bentrok terjadi di Desa Curah Kalong, Kecamatan Bangsal Sari, Kabupaten Jember, Sabtu (11/6/2022). Kejadian yang berujung dengan jatuhnya korban sebanyak enam orang dilarikan ke Puskesmas Bangsal Sari ini merupakan imbas dari pertikaian yang telah coba di mediasi oleh Perum Perhutani KPH Jember dua bulan yang lalu.
Kejadian bermula dari beberapa Oknum LSM yang datang ke lahan milik Perhutani yang telah dikerjakan oleh petani penggarap. Kemudian oknum tersebut mencabuti dan merusak patok andil tanda batas di lahan penggarap. Kejadian tersebut diketahui oleh petani penggarap dan ditegur serta dicegah.
Menghadapi pencegahan tersebut, anggota Oknum tidak terima kemudian terjadilah adu mulut. Tanpa disangka, salah satu anggota Oknum tersebut ada yang membawa senjata tajam dan membacok beberapa petani tersebut. Akhirnya terjadilah kericuhan yang tidak dapat dihindarkan.
Kejadian ini adalah buntut dari pertikaian Oknum LSM dengan petani penggarap yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Curah Kalong yang berada di lahan milik Perhutani. Oknum LSM menjanjikan kepada pihak lain yang tidak tergabung di LMDH untuk dapat mengerjakan lahan tersebut melalui program Reforma Agraria, dengan memberikan kompensasi berupa sejumlah uang kepada Oknum LSM tersebut.

Baca Juga  Peringati HMPI, MPKA RIMBAWAN & Stake Holder Lakukan Penanaman Pohon di Baru Beureum
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 × two =