Kuasa Hukum Pertanyakan Dikeluarkannya SP3 Oleh Polisi Terkait Dugaan Kasus Penyerobotan Lahan di Kuansing

18
Tim kuasa hukum Parida Anim, Ridwan Comeng,SH,MH,. (Foto/Anhar)
TM Kuansing – Polres Kuantan Singingi (Kuansing) diminta membuka kembali Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan penyerobotan lahan di Kelurahan Sei Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, Riau di laporkan Parida Anim (54) terhadap Developer Adisman dan kawan-kawan.
Tim kuasa hukum Parida Anim, Ridwan Comeng,SH,MH mengatakan, Polres Kuansing pada tanggal 17 Desember 2021 telah menghentikan penyidikan kasus dugaan penyerobotan lahan tersebut. SP3 yang dikeluarkan oleh Polres Kuansing adalah tidak berdasar bahkan kami selaku kuasa hukum sangat terkejut keluarnya SP3 yang ditujukan kepada Klien kami.
“Ini sangat janggal seharusnya pemberitahuan juga ditembuskan kepada kuasa hukum. Kedua kejanggalan lainnya adalah seharusnya sebelum keluarnya SP3 kami selaku pihak pelapor harusnya diundang dalam gelar perkara tapi kenyataan tidak pernah diundang,” kata Ridwan, kepada wartawan, Jumat (17/6/2022).
Ridwan menyebutkan, apa dasar SP3 ? Sementara bukti bukti atas dugaan pidana yang kami laporkan kami kira sudah sangat cukup. Bahwa kami melaporkan ada dugaan penyerobotan lahan yang dilakukan oleh developer. Dimana lahan tersebut adalah lahan milik klien kami selaku ahli waris yang sah.
“Sementara developer melakukan kerjasama dengan istri tidak sah Almarhum Elvis Harisyah (Pemilik Lahan ), dimana istri tidak sah tersebut sudah dibatalkan hak warisnya oleh pengadilan Agama (PA) Indragiri Hulu (Inhu) karena menggunakan surat nikah palsu,” ungkap Ridwan.

Baca Juga  Ferdinand Hutahaean : Politisasi Gagal Dan Pemahaman Sempit PPKM Terkendali Yang Disampaikan Luhut
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

sixteen − 11 =