OPINI : Hadi Tjahjanto dan Raja Juli Antoni Masuk Lagi ke Kawah Candradimuka: Sikat Mafia Tanah

49
Andre Vincent Wenas, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP), Jakarta.
Oleh: Andre Vincent Wenas
TM Jakarta – Presiden Jokowi bilang, ada sekitar 126 jutaan lahan tanah yang mesti disertifikasi, baru terealisasi sekitar 80 jutaan. Masih ada tunggakan tugas sekitar 46 jutaan lahan yang mesti disertifikasi. Sementara itu, kata Presiden, kementerian ATR/BPN baru mampu menerbitkan sekitar 500 ribuan sertifikat per tahun. Padahal target Presiden Jokowi adalah sekitar 8-9 juta per tahun.
Kalau begitu cerita realisasinya, berarti masih perlu waktu sekitar 92 tahun lagi untuk melegalisasi seluruh lahan-lahan di Indonesia. Atau kalau target Presiden terpenuhi, artinya masih perlu sekitar 5-6 tahun lagi saja.
Ini batu ujian yang tidak main-main bagi Hadi Tjahjanto dan Raja Juli Antoni yang baru saja dilantik saat reshuffle kabinet baru-baru ini. Mereka berdua bukan sembarang orang yang dipilih Presiden. Rekam jejak mereka menunjukan telah lulus dari banyak batu ujian di areanya masing-masing.
Tapi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ini arena baru yang sungguh menantang. Bertugas di Kementerian ini seperti menyeburkan mereka kembali ke dalam Kawah Candradimuka (tempat ujian) yang betul-betul mendidih! Kenapa?
Mereka berdua hanya ada waktu 2,5 tahun lagi. Kalau kita memakai asumsi seperti yang dikatakan Presiden Jokowi di atas tadi, apakah akselerasi sertifikasi lahan bisa mencapai 8-9 juta sertifikat per tahun? Demi mengejar 46 jutaan ketertinggalan di bidang kepastian hukum agraria kita.
Kementerian ATR/BPN jelas tidak bisa kerja sendirian. Ia harus bekerjasama dengan instansi penegak hukum (kepolisian, kejaksaan dan KPK), yang bersama dengan seluruh pemerintah daerah kompak mengerjakan tugas maha penting dari negara ini. Benar-benar sebuah orkestrasi kolosal (besar-besaran) bahkan untuk sekedar menyanyikan bait lagu, “Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku, di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku.”
Kita bayangkan ada bara api jauh di bawah permukaan yang bisa membuat batu meleleh jadi lava. Dahsyatnya panas itu sampai membuat kawah di permukaan atas jadi mendidih. Bara api itu adalah Mafia Tanah dan Oligarki! Ini sebentuk konspirasi jahat, persekongkolan busuk yang bisa kita rasakan panasnya, namun sumbernya mengalir di bawah permukaan.

Baca Juga  Penerbangan Perdana Subsidi Angkutan Perintis dan Cargo Tahun 2021 KPA Bandara Andi Djemma
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − 7 =