Pedagang Pisang Keliling di Jambi Diduga Jadi Korban Praktik Mafia Tanah

74
Arsil pedagang pisang keliling yang diduga jadi korban oknum mafia tanah. (Foto/AWDI)
TM Jambi – Malang benar Arsil pedagang pisang keliling, dimana tanahnya di rampas dan diserobot, hingga Istrinya di Tahan, itulah permasalahan yang dilaporkan ketua DPW Asosiasi wartawan Demokrasi Indonesia Provinsi Jambi kepada DPP AWDI Pusat.
Berawal dari jual beli tanah SHM antara Sukandar dengan Arsil/Isterinya Elida Chan yang tertuang dalam Akta Jual Beli no 236/2010 yang tercatat di Kantor Notaris Holijah dari Sertifikat Hak Milik No 418 Luas 525 meter persegi tertuang pada catatan peralihan Hak yang diterbitkan dan di tanda tangani Pejabat BPN Kota Jambi Kartono Agus Riyanto ST, Kasie Pendaftaran Tanah.
Perolehan SHM 418 Iskandar beli dari Tasman sesuai warkah serta gambar ukur yang terbit, walau sertifikat tersebut telah di roya dan lelang di Bank BRI namun telah ditebus oleh Sukandar dengan baik dan terjadi transaksi dengan Arsil dan Istrinya Elida Chan di Kantor Notaris PPAT Halijah SH.
“Jadi Jelas Bahwa Sertifikat tersebut diterbitkan Oleh Kantor Pertanahan BPN 1983.
Maka Mulai saat itu kuasa Phisik jatuh ketangan Arsil dan Isterinya Elida Chaniago termasuk Pembayaran Pajak dibayarkan sampai Saat ini Tahun 2022,” terang Ketum AWDI Budi Wahyudin Samsu melalui rillisnya yang diterima media ini, Minggu (19/6).

Baca Juga  Datangi Pabrik Pengemasan minyak Goreng, Kapolres Sukoharjo Ingatkan Jangan Ada Praktik Penimbunan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 × one =