Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum RI Setujui 10 Permohonan Restorative Justice

15
Gambar : Gedung Kejaksaan Agung RI (istimewa/tangkapan layar facebook@kejagungri)
TM Jakarta – Jaksa Agung RI melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana menyetujui 10 (sepuluh) Permohonan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.
Ekspose dilakukan secara virtual, Rabu (22/6) yang dihadiri oleh JAM-Pidum Dr. Fadil Zumhana, Direktur Tindak Pidana Terhadap Orang dan Harta Benda Agnes Triani, S.H., M.H., Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, Kepala Kejaksaan Tinggi dan Kepala Kejaksaan Negeri yang mengajukan permohonan restorative justice.
Adapun 10 (sepuluh) berkas perkara yang dihentikan penuntutannya berdasarkan keadilan restoratif adalah sebagai berikut:
1. Tersangka WARDANI bin ANANG BADARANI dari Kejari Barito Timur yang disangka melanggar Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan atau Penggelapan.
2. Tersangka MARKANI als UMAR bin ARPAWI dari Kejari Barito Timur yang disangka melanggar Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.
3. Tersangka MUHAMMAD AYUB SAPUTRA bin DAMSIKIN dari Kejari Kab Tangerang yang disangka melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian.
4. Tersangka I HADI SOPYAN alias WAING Ad. ME (alm) dan Tersangka II RIKI SOPYAN dari Kejari Kota Tangerang yang disangka melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP tentang Penganiayaan.
5. Tersangka INDRA WIBAWA HANYANI dari Kejari Kota Malang yang disangka melanggar Pasal 356 ke-2 KUHP atau Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan yang dilakukan oleh keluarga inti.
6. Tersangka SLAMET bin JAIS dari Kejari Surabaya yang disangka melanggar Pasal 310 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
7. Tersangka RIZKY HENDRA PRATAMA bin CUCUK SUPRIYADI dari Kejari Blitar yang disangka melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
8. Tersangka PUTU JUNIAWAN bin PUTU LANUS dari Kejari Kota Madiun yang disangka melanggar Pasal 372 KUHP atau Pasal 378 KUHP tentang Penggelapan atau Penipuan.
9. Tersangka BERNARD KURNIAWAN SETIABUDI CHANDRA bin WILLEM IRIANTO dari Kejari Kota Mojokerto yang disangka melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan.
10. Tersangka KHOLIS ARDIYANTO alias KHOLIS bin SURATNO dari Kejari Situbondo yang disangka melanggar Pasal 5 huruf a jo Pasal 44 ayat (1), (4) UU RI No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Adapun dari keterangan yang dilansir dari situs resmi kejagung pada Rabu (22/6), disebutkan alasan pihak Jampidum memberikan penghentian penuntutan terhadap ke-10 tersangka diatas. Prihal baru kali pertama melakukan tindak pidana, telah melakukan proses perdamaian, pertimbangan sosiologism hingga proses perdamaian yang terjadi secara sukarela antara korban dan tersangka menjadi pertimbangan.
Selanjutnya, JAM-Pidum memerintahkan kepada Para Kepala Kejaksaan Negeri untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif, sesuai Berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum. (Red/Hum)

Baca Juga  Semarak HPN Dan HUT PWI, Pokja Wartawan Bogor Barat Gelar Mancing Bareng
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − 5 =