Survei Poltracking Tunjukan Kenaikan Elektabilitas Capres Erick Thohir di Jatim

21
Hasil survei Poltracking Indonesia terhadap 1000 responden di Jatim pada Bulan Mei 2022. (Foto/Ist)
TM Surabaya – Menanggapi meningkatnya hasil survei Poltracking Indonesia dari warga Jawa Timur (Jatim) yang memilih Menteri BUMN RI Erick Thohir sebagai Calon Presiden (Capres) Pilpres 2024. Edy Torana SH, MH, M.Kn, CLA Ketua Dewan Pakar Dewan Pimpinan Pusat Erick Thohir’s Relawan (DPP ETOR) memberikan tanggapan apresiasi positif.
Menurutnya, pada survei terbaru yang dilakukan Poltracking, nama Erick Thohir bersaing di deretan teratas Calon Presiden Indonesia. Dimana survei yang fokus dilakukan di wilayah Jatim ini menunjukkan Erick Thohir di lima besar elektabilitas capres. Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin ini bertengger setelah, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
“Relawan Erick Thohir (ETOR) menilai adalah awal yang positif untuk terus bekerja meningkatkan simpati masyarakat Jawa Timur. Selain itu terus bekerja meningkatkan elektabilitas Bapak Erick Thohir agar trend-nya terus meningkat tajam,” kata Edy Torana dalam keterangan persnya, Kamis (23/06/2022) di Surabaya.
Katanya, sesuai pernyataan Direktur Riset Poltracking Indonesia, Arya Budi, mengatakan tiga tokoh dengan elektabilitas tertinggi di Jatim yakni Ganjar Pranowo dengan 32,3 persen. Selanjutnya, disusul Prabowo Subianto dengan 15,9 persen, urutan ketiga yakni Anies Baswedan dengan 12,8 persen pada simulasi 10 calon presiden.
Urutan selanjutnya diisi Khofifah Indar Parawansa dengan 7,5 persen. Erick Thohir yang meraih 6,1 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen. Lalu Sandiaga Salahuddin Uno 2,0 persen, Airlangga Hartarto 1,6 persen, Ridwan Kamil 0,9 persen, dan Puan Maharani 0,5 persen.
“Hasil positif ini bukan membuat para Relawan Erick Thohir (ETOR) senang, namun ini menjadi pecut agar kami terus bergerak se Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Kami yakin Bapak Erick Thohir mendulang dukungan besar, baik dari NU, Muhammadiyah dan kalangan nasionalis,” tukas Edy Torana lulusan Sarjana Ilmu Hukum FH Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Baca Juga  Jumat Berkah, Polwan Polres Sukoharjo Bagikan Nasi Kotak dan Masker Kepada Tahanan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine − five =