OPINI : Pentingnya Perubahan Paradigma Dalam Menghadapi Krisis Kepemimpinan Nasional

42
Gambar ilustrasi pelantikan kepala daerah. (Foto/Ist)
Oleh Ruly Rahadian
TM Jakarta – Beberapa waktu belakangan ini kita semakin sering dikejutkan dengan berbagai isu kepemipinan yang secara umum dapat dinilai mencemarkan konsep kepemimpinan yang ideal. Dari mulai kebijakan yang dinilai tidak berkeadilan sosial, operasi tangkap tangan, hingga berbagai statement media yang tampak bodoh dan tidak layak disampaikan oleh seorang pemimpin, apalagi yang berada pada tataran kepemimpinan regional, terutama tingkat nasional.
Fenomena ini semakin tampak mencuat ke permukaan sejak diterapkannya konsep One man one vote, sehingga berbagai strategi yang sifatnya sangat jauh dari kepentingan kolektif masyarakat, khususnya kepentingan bangsa semakin dianggap wajar dan biasa. Sungguh kondisi yang mengerikan. Hasil akhir yang dirasakan oleh masyarakat adalah bentuk kepemimpinan yang jauh dari nilai-nilai ideal bangsa yang sehari-hari kita dengung-dengungkan dalam berbagai situasi, yaitu nilai-nilai Pancasila, yang ujungnya hanya bersifat jargon serta alat untuk mencitrakan diri seorang pemimpin sebagai Pemimpin yang Pancasilais.
Secara konseptual dalam kepemimpinan Nasional, Pemimpin tingkat nasional adalah pemimpin-pemimpin di jajaran eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta mereka yang berada di jajaran formal dan informal untuk menggerakkan dan mengarahkan potensi bangsa dari berbagai sektor menuju tercapainya cita-cita nasional sesuai tujuan nasional berasaskan landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional 1945, landasan visional Wawasan Nusantara, dan landasan konsepsional Ketahanan Nasional.
Jika kita merujuk kepada konsep tersebut, maka kita hanya akan melihat tulisan-tulisan yang hanya sedap dipandang mata, namun secara fakta sangat tidak enak untuk ditelan dan dicerna, bahkan untuk beberapa kasus lebih nyaman untuk dimuntahkan agar tidak menjadi toxic bagi pikiran dan sensitivitas rasa yang sudah kita bangun secara ideal selama ini.

Baca Juga  Jadi Oknum Pemain Bansos, Pengamat Sosial Minta PSKS Kabupaten Bogor Dibekukan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =