Bea Cukai Gandeng PWRI Bogor Raya Sosialisasikan Klasifikasi Barang kena Pungutan Negara

35
Persatuan Wartawan Bogor Raya (PWRI) saat menghadiri undangan sosialisasi dan edukasi dari Bea Cukai Bogor. (Foto/Humas PWRI Bogor Raya)
TM Kota Bogor – Bea Cukai Bogor memberikan pemahaman pengenalan Barang Kena Cukai Ilegal dan Identifikasi Pita Cukai kepada Wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI)Bogor Raya dari dampak negatif yang ditimbulkan dari peredaran Barang Kena Cukai yang ilegal. di ruang Aula bea Cukai lantai 3 pada Rabu (7/9/2022)
Rohmat Selamat Ketua PWRI Bogor Raya menyambut baik acara ini agar para wartawan memahami dan mengerti tentang Bea Cukai. Meski saat ini mereka mungkin belum I00 persen paham dengan Bea Cukai, tetapi dengan acara Edukasi dan sosialisasi peran Bea Cukai hari ini tentang aturan kepabeanan dan cukai yang berlak merek menjadi lebih mengenal Bea Cukai di tengah masyarakat, dan berperan sebagai kontrol sosial juga menyebarluaskan informasi kepabeanan dan cukai dan membantu ikut membangun pandangan positif masyarakat akan Bea Cukai,” pungkas Rohmat Selamat
Kegiataan diawali oleh sambutan yang disampaikan sekaligus dibuka oleh PLT Bea Cukai Bogor Ade, Dalam sambutannya memberikan informasi kepada Teman-teman Media menyampaikan bahwa Bea cukai Bogor Meliputi Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kota Depok dan Kabupaten Cianjur sedangkan ada 130 Kawasan Berikat yang dalam pengawasan dan 6 Gudang Berikat serta kategorikan menjadi 5 jenis yaitu rokok polos atau tidak dilekati pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bekas, rokok berpita cukai namun salah personalisasinya serta rokok berpita cukai namun salah peruntukan kepada bidang kesehatan, selain lingkup bidang Kesehatan yang menjadi fokus, alokasi lainnya adalah bidang penegakkan hukum contohnya operasi pemberantasan BKC ilegal dan pembinaan industri tembakau.
Setelah kegiatan dibuka secara resmi oleh PLT Kepala Bea Cukai Bogor kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Wahyu Setyono selaku Kepala Seksi PLI .narasumber yang menjelaskan terkait pengertian Cukai dan sifat karakteristiknya.
“Cukai adalah pungutan negara yang punya 4 sifat dan karakteristik, yaitu konsumsinya perlu dikendalikan, peredarannya perlu diawasi, pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan hidup, dan yang terakhir perlu pembebanan cukai demi keadilan dan keseimbangan.” Ungkap Wahyu
Lebih lanjut Wahyu menerangkan ada tiga barang kena cukai diantara nya Ethil Alkohol seperti campuran pada tener, cat rumah, minyak wangi dan pembuatan Hand sanitazer. Yang kedua MMEA (Miras) dan yang terakhir Hasil Tembakau seperti Roko
“Kategorikan identifikasi menjadi 5 jenis yaitu rokok polos atau tidak dilekati pita cukai, rokok dengan pita cukai palsu, rokok yang dilekati pita cukai bekas, rokok berpita cukai namun salah personalisasinya serta rokok berpita cukai namun salah peruntukan,”pungkasnya.

Baca Juga  Hadiri Puncak HUT Lalu Lintas ke 66, Kapolda Jateng : Polantas Harus Selalu Tampil Profesional dan Humanis
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × four =