Saturday, June 15, 2024
spot_img
HomeInvestigasiTutupi Dugaan Ketidaksesuaian Pekerjaan, Arogansi Dikedepankan

Tutupi Dugaan Ketidaksesuaian Pekerjaan, Arogansi Dikedepankan

TM Padang Sidimpuan – Dugaan adanya kelalaian dan kurangnya Pengawasan dari Konsultan yang seharusnya ada di lokasi pekerjaan membuat oknum kontraktor nakal mendapat angin atau celah untuk berbuat semaunya dan asal asalan dalam melakukan pekerjaan. Hal tersebut diduga menjadi salah satu penyebab adanya kerugian uang negara karena kwalitas dan hasil pengerjaan jauh dari yang di haruskan.
Perbaikan bahu jalan, pengisian celah/retak permukaan, penambalan lubang, perbaikan gelombang, pelapisan ulang non struktural dan pelapisan aspal tipis merupakan Kegiatan Pemeliharaan rutin untuk Jalan. Pemeliharaan Berkala (Periodic Maintenance) jalan merupakan kegiatan yang dilakukan secara berkala dan interval waktu tertentu berkaitan dengan perawatan dan perbaikan, laveling, resealing maupun overlay (pelapisan ulang) atau regrooving di perlukan dan direncanakan untuk mempertahankan kondisi Jalan agar tetap berfungsi secara Optimal melayani Lalu Lintas selama umur rencana Jalan yang di tetapkan.
Pekerjaan pemeliharaan jalan ini merupakan Pekerjaan penting yang harus di jalankan secara berkala, serius dan bertanggung jawab karena membutuhkan biaya yang mahal untuk bisa mempertahankan performance standard (perbaikan ke standar kondisi yang layak).
Namun hal ini diduga tidak di lakukan sesuai tanggung jawabnya oleh Kontraktor PT.DNG yang melakukan Perbaikan/perawatan jalan dari Pal XI-Gunung Tua. Dimana dari pantauan beberapa awak media yang datang di lokasi patut diduga mengabaikan persyaratan dan speck oleh Kontraktor PT. DNG yang memang terlihat di lokasi Jalan Nabundong.
Pengaspalannya asal jadi dan mengabaikan 11 metode kerja/tahapan Pekerjaan Patching,seperti tak digunakannya Agregat kelas A. tak dilakukannya pemadatan memakai Combination Vibtarory roller. Lapis serap pengikat(prime coat) tidak merata/sebagian tidak dilakukan. Dan yang lebih miris, penghamparan aspal saat di tuangkan ke Asphalt finisher di duga jauh dari suhu yang di haruskan 135 – 150°C.
Awak media yang mengambil gambar dan vidio Pengejaan ini sempat mendapat intimidasi dari pekerja proyek yang mendatangi awak media sambil menenteng sekop, hal ini menyebabkan keadaan memanas. Pekerja tersebut mungkin merasa terusik dengan kehadiran para Wartawan yang mengetahui dugaan amburadulnya pengerjaan tersebut dan merasa tidak terima perbuatannya nantinya jadi publikasi.
Guna menindaklanjuti temuan, beberapa wartawan mendatangi Kantor PT. DNG, namun sangat disayangkan K pihak PT DNG dinilai kurang bisa memberikan penjelasanya dengan baik kepada rekan media yang meminta konformasi.
“Dengan menunjukkan gaya preman membentak Wartawan yang datang dengan kalimat mengancam”Apa.Apa.Siapa Kalian. Mau apa. Nggak ada urusan kalian disini.pergi kalian bertanya sana pada Dinas PUPR,” katanya salah satu rekan wartawan mencontohkan apa yang dilakukan pihak PT DNG, dengan sambil teriak.
Erijon Damanik Kepala Wilayah AWP2J, Wilayah Pulau Sumatra dan sekitarnya mengatakan, “Dinas PUPR seharusnya awas dan bertanggung jawab menindak Kontraktor kontraktor nakal seperti ini. Evaluasi ulang kinerjanya, tegur dan beri sanksi seperti yang di undangkan”.

“Karena dengan pembiaran akan sangat berdampak pada pengguna jalan, yang otomatis berdampak pada perputaran Ekonomi nantinya,” tegasnya.

“Proyek ini memakai Uang Rakyat yang perlu Pengawasan dan Pertanggung jawaban setiap Rupiah pemakaiannya. Kami akan menindak lanjuti ini dengan berkordinasi dan bertukar informasi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi untuk memberi efek jera bagi para Kontraktor yang coba bermain main dengan tanggung jawab pekerjaannya.sehingga merugikan Penggunaan Uang Rakyat. Erijon juga menegaskan, di wilayah Sumut saya ikut mewujudkan jalan Bermartabat, terutama di tabagsel karena saya ketua Tabagsel Bersatu. Sesuai kesepakatan kami dengan Ayah Edy,” tutupnya, Selasa (14/3).
(Tim/*)

Sumber Berita: E Damanik
Editor: Rendy

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here