Monday, March 4, 2024
spot_img
HomePolitikSinggung Soal Etik, Prabowo Skak Anies : Jangan Karena Ambisi Pribadi Kita...

Singgung Soal Etik, Prabowo Skak Anies : Jangan Karena Ambisi Pribadi Kita Menghasut dan Menyesatkan Rakyat

TM Jakarta – Pernyataan pedas Capres Nomor utut 2, Prabowo Subianto tandaskan singgungan etik yang dilontarkan Paslon Nomor urut 1 Anies Baswedan yang menyoal soal adanya dugaan orang dalam di pengadaan alutsista dan food estate yang dipegang Menteri Pertahanan.
“Saudara bicara etik, etik saya itu keberatan. Karena itu saya punya nilai, maaf ya karena Anda desak saya, saya terus terang saja Anda tidak pantas bicara soal etik. Itu saja,” kata Prabowo dalam debat yang diselenggarakan KPU di Jakarta, Minggu (7/1/2024).¬†
Bahkan, dengan tegas Prabowo kembali menegaskan kepada Anies bahwasanya apa yang diutarakannya berindikasi menyesatkan.
“Hubungan dengan etik benar, ya kita harus beretik dengan benar. Jujur. Apa yang kita katakan itu yang ada di hati kita. Jangan lain di mulut lain di hati dan harus cinta tanah air. Pertahanan ini sakral bagi kita. Ini menyangkut keselamatan kita. Jangan karena ambisi pribadi, kita menghasut dan menyesatkan rakyat. Itu etik yang tertinggi saudara Profesor¬†Anies Baswedan.”
“Saya merasa bahwa Anda itu posturing, Anda itu menyesatkan, itu aja ya, saya boleh berpendapatkan?” katanya, sambil berulang kembali menuturkan “Saya bolehkan berpendapat disini”.
“Saya menilai Anda tidak berhak bicara soal etik, karena Anda memberi contoh yang tidak baik soal etik, terima kasih,” tutupnya mengakhiri sesi debat terhadap pembahasan .
Adapun pernyataan Anies dalam menanggapi, “Ketika dikatakan bahwa standar etika yang dipegang tinggi, memang menjadi presiden, panglima tertinggi memiliki standar etika yang sangat amat tinggi. Itu harus. Karena dia akan mengambil keputusan, mengerahkan pasukan, dan ketika harus bertempur ada korban nyawa itu keputusan etika. Tapi ketika bapak memimpin di kementerian pertahanan, itu banyak orang dalam dalam pengadaan alutsista”.
“Kita semua menyaksikan ketika ada pelanggaran etika dan bapak tetap jalan terus dengan cawapres yang melanggar etika. Itu artinya ada kompromi atas standar etika. Ini fakta dan kemudian dalam pidato bapak mengolok-olok soal pentingnya etika. Saya tidak tega mengulanginya,” terangnya. (RDI)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here