Thursday, July 18, 2024
spot_img
HomeOpiniBERITA OPINI : 'Penjahat Berdasi'

BERITA OPINI : ‘Penjahat Berdasi’

TM Oleh : RICKY.RHA,SH.,MA.
Situbondo
Ketika Reformasi terjadi ditahun 1998, ada harap perubahan terjadi. Iklim politik ketika itu ‘dipaksa’ berubah dari dynasty Orba ke dynasty Reformasi. Namun kini harapan itu tidak pernah jelas, Reformasi seakan hanya menjadi sebuah tonggak sejarah pergerakan anak Bangsa, padahal pengorbanan ketika itu sangat mahal penjarahan terjadi dimana-mana korban harta tak terhitung belum lagi korban nyawa yang bergelimpangan
Namun  nampakntya Reformasi hanya sebuah  RETORIKA. Dua Puluh Empat tahun sudah berlalunya pergerakan Reformasi namun mengalami pengkebirian Berbagai perubahan yang diharapkan saat itu hanya ‘isapan jempol’ atau hanya sebuah ‘slogan’ tanpa dilakukan sikap dan Tindakan.
 Pemerintah enggan menyapu bersih apa yang selama ini menjadi momok di Negeri ini, terutama mereka Para Penjahat Berdasi yang dengan berlagak ‘santun dan suci’ tapi menjarah uang rakyat untuk kepentingan pribadi atau Para Kolega Sang ‘Pencuri’. Bahkan Kecenderungan Pemerintah dengan istilah tebang pilih jelas terlihat dari semua persoalaan bangsa dalam menumpas ‘penjahat berdasi’
Genderang perubahan tidak terdengar lagi, kemiskinan masyarakat tetap menjadi potret buram bangsa, sementara mereka yang disana seakan ‘tuli dan buta’ melihat semua ini, mereka malah asik memainkan dan melakukan pencurian uang rakyat. Setelah itu mereka saling tunjuk hidung dan adu kekuatan, siapa yang dekat dengan penguasa sepertinya sulit tersentuh hukum.
Penegakan hukum bagi mereka para sang koruptor tidak memberikan efek jera hingga kini, harta negeri yang ‘dirampas’ untuk memperkaya diri masih dapat membuat sang Koruptor ‘menari’ saat bebas dari jeruji besi. Jika harta hasil korupsi ‘dirampas’ Kembali dapat melepas kemiskinan masyarakat  dan mereka para koruptor akan meratap sedih Ketika bebas dari jeruji besi.
Kini , tidak ada lagi tokoh politik yang berani dengan lantang mengatakan perubahan, bahkan sekelompok elitpun mulai terlena dengan pola permainan untuk memperkaya diri dengan membangun rasa emansipasi demi korupsi tanpa perduli akan kondisi Negeri ini dan mereka dengan bangga dapat ‘mencuri’ di Negeri ini.
Kasian sekali bangsa ini yang katanya sudah merdeka malah terjajah oleh permainan elit negeri yang asik melakukan korupsi semoga ada niat suci untuk memperbaiki kondisi. (**)

Penulis : RICKY.RHA,SH.,MA. Pemerhati Politik & Praktisi Hukum
Editor : Ibrahim

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here