TMBekasi- Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bekasi, Kardi Leo menanggapi dengan adanya dugaan rekayasa dana hibah di Tahun 2025, terkait pelatih dan pendamping yang baru diberikan SK di bulan April, tetapi NPCI mencatat telah menerima gaji di bulan Maret dan April.
“Engga ada rekayasa-rekayasaan”, ucapnya pada Rabu (21/5/2025).
Dan dengan adanya info bahwa atlit makan terlantar, Kardi menjawab dengan singkat, “Udah kaya di etoufia aja kelaparan”, jelasnya.
Dikantor NPCI Kabupaten Bekasi, Humas NPCI, Rouf memberikan penjelasan kepada awak media, bahwa uang makan khusus hanya diberikan kepada atlet yang tinggal di Mess dan kuota atlet yang diperbolehkan tinggal di Mess hanya berjumlah 30 orang saja.
“Karena bicara tentang anggaran, kita atlet 100 memang tetapi yang boleh tinggal di Mess itu hanya 30 orang dan itu khusus bagi yang berprestasi”, terangnya.
Sisanya, lanjut Rouf, hanya diberikan uang pembinaan saja. “Tidak ngasih uang makan, yang diluar Mess. Sekarang untuk saat ini di Mess itu ada 75 orang, berarti lebih dan itukan harus dikasih makan, mereka tidak mau tahu”, imbuhnya.
“Memang kuota atlit kita banyak 100 orang, tetapi tidak ada uang makan, minum, tidak ada pasilitas buat tempat tinggal. Untuk 30 orang kita pasilitasi, dan ketika mereka kita suruh pulang bahwa kita kelebihan kuota dan meminta solusi gimana teman-teman agar uang makan dipecah dua, pada tidak mau teman-teman, tetap harus 50 ribu uang makannya, kan ribet”, tuturnya. (sur)